BARABAI, wasaka.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan melalui Unit Pelaksana Transmisi Banjarbaru bersama Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk Barabai bergerak cepat menormalkan jalur transmisi 150kV Tanjung – Komam 2 yang terganggu akibat cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan, Senin malam (13/04).
Gangguan terdeteksi pada Senin (13/04) pukul 19.01 WITA melalui sistem proteksi. Hasil analisis menunjukkan sambaran petir memicu kegagalan sistem pengamanan di Gardu Induk Komam hingga menyebabkan trip permanen. Meskipun gangguan ini tidak menyebabkan padam pada pelanggan, personel PLN tetap bergerak cepat melakukan penanganan guna memastikan keandalan sistem tetap terjaga dan potensi gangguan lanjutan dapat dicegah. Merespons kondisi tersebut, tim ULTG Barabai segera diterjunkan untuk melakukan penelusuran dan penanganan di lapangan.
Manager ULTG Barabai, Hadi Asmana, menjelaskan bahwa tim menemukan kerusakan signifikan pada peralatan utama akibat energi besar dari sambaran petir.
“Pemeriksaan menunjukkan salah satu peralatan pemisah jaringan mengalami kerusakan hingga meleleh. Selain itu, tim juga menghadapi kondisi kabel transmisi yang jatuh ke tanah pada hari berikutnya. Dengan pengaturan personel yang tepat, penanganan di gardu induk dan jalur transmisi dapat dilakukan secara bersamaan,” jelas Hadi.
Baca Juga: Semangat Hari Kartini, Srikandi PLN Kawal Keandalan Listrik di GI Trisakti
Di tengah kondisi lapangan yang dinamis, proses pemulihan tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga ketelitian dan koordinasi tinggi untuk memastikan setiap tahapan berjalan aman.
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, menegaskan bahwa percepatan pemulihan harus berjalan seiring dengan penerapan keselamatan kerja.
“Kami mengapresiasi kesiapsiagaan tim dalam menghadapi gangguan beruntun akibat cuaca ekstrem. Setiap langkah diambil secara cepat dan terukur, dengan prioritas pada pengamanan sistem dan keselamatan personel, sehingga pasokan listrik dapat segera kembali andal,” ujar Bayu.
Baca Juga: PLN UIP3B Kalimantan Gelar Clean Energy Day, Dorong Perubahan Gaya Hidup Rendah Emisi
General Manager UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, turut mengapresiasi soliditas tim dalam menjaga keandalan sistem transmisi di tengah tantangan alam.
“Respons cepat dan kolaborasi yang ditunjukkan menjadi cerminan komitmen PLN dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Ke depan, kami terus memperkuat kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi gangguan serupa,” ungkap Riko.
Berkat kerja keras dan koordinasi intensif seluruh tim, sistem transmisi 150kV Tanjung – Komam 2 berhasil dinormalkan sepenuhnya pada Selasa (14/04) pukul 14.00 WITA. Pemulihan ini memastikan pasokan listrik kembali stabil sekaligus menunjukkan kesiapan PLN dalam menghadapi gangguan akibat faktor alam.(adv/zai)














