SOLO, wasaka.id – Dua atlet difabel asal Kabupaten Balangan, berhasil mengharumkan nama daerah dengan mempersembahkan medali perak pada cabang olahraga bulutangkis beregu putra dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang digelar di Kota Solo.
Haidi, atlet berbakat asal Kecamatan Tebing Tinggi, dan Marboeng dari Kecamatan Juai, menjadi kebanggaan Kabupaten Balangan berkat prestasi luar biasa ini.
Kedua atlet ini tampil impresif dalam pertandingan beregu putra dan sukses menembus babak final. Meski harus puas dengan medali perak, perjuangan mereka mendapat apresiasi tinggi, tidak hanya dari masyarakat Balangan tetapi juga dari seluruh kontingen. Prestasi ini merupakan bukti bahwa semangat dan kerja keras mampu mengatasi segala keterbatasan.
Prestasi ini juga tidak lepas dari peran penting Ferry Kustono, seorang dokter asal Kabupaten Balangan yang setia mendampingi dan mendukung penuh para atlet difabel di daerah.
Sebagai pendamping sekaligus motivator, Ferry selalu memastikan kondisi kesehatan dan mental para atlet tetap prima selama persiapan dan pelaksanaan pertandingan di Peparnas XVII.
Keberhasilan Haidi dan Marboeng dalam meraih medali perak menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Balangan, khususnya Kecamatan Tebing Tinggi dan Juai.
Prestasi ini juga menjadi dorongan untuk lebih banyak memberikan perhatian kepada atlet difabel di daerah agar mereka terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, menyatakan rasa bangganya atas antusiasme dan kerja keras para atlet difabel dari seluruh Indonesia, termasuk dari Balangan.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga medis seperti Ferry Kustono, sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan para atlet di Peparnas tahun ini.
Ajang Peparnas XVII Solo 2024 diikuti oleh 35 provinsi dengan total 4.386 atlet dan ofisial yang hadir. Terdapat 20 cabang olahraga yang dipertandingkan, dengan bulutangkis menjadi salah satu cabang yang menarik banyak perhatian.
Peparnas ini menjadi sejarah baru dengan kehadiran provinsi-provinsi yang belum pernah berpartisipasi sebelumnya, menandakan semakin meningkatnya partisipasi atlet difabel di Indonesia.
Medali perak yang diraih Haidi dan Marboeng merupakan pencapaian yang menginspirasi, tidak hanya bagi komunitas difabel di Balangan, tetapi juga bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan menjunjung tinggi semangat pantang menyerah.(jaw)














