BANJARMASIN, wasaka.id – Pemain senior PS Barito Putera Rizky Pora mengenang kedekatannya dengan ulama kharismatik, K.H Zuhdiannor atau Guru Zuhdi.
Menjelang peringatan Haul ke-6 KH, Rizky Pora menyimpan sebuah kenangan yang tak akan terlupakan selama hidupnya bersama Guru Zuhdi.
Di balik ketangguhannya di lapangan hijau, Pora menyimpan cerita mendalam tentang kedekatannya dengan almarhum Guru Zuhdi. Bukan sekadar mengenal, ia bahkan merasakan langsung peran penting sang ulama dalam perjalanan hidupnya.
“Kalau saya pribadi sangat bersyukur bisa dekat dan mengenal almarhum Guru Zuhdi,” ujar Rizky Pora, Kamis (12/2).
Momen paling berkesan bagi Pora adalah saat dirinya dinikahkan langsung oleh Guru Zuhdi. Tak hanya menjadi wali nikah, Guru Zuhdi juga turut menentukan tanggal pernikahannya.
“Saya sebelum menikah sempat berbincang dan meminta patuah dari beliau. Saat mau menikah, saya meminta saran hingga menentukan tanggal yang baik untuk menikah,” tuturnya.
Baca Juga : Kenangan Guru Zuhdi dan Barito Putera: Main Bola itu Bukan Hanya Soal Fisik, Tapi Hati
Bagi Pora, pengalaman tersebut bukan hal biasa. Ia mengaku sudah mengenal Guru Zuhdi jauh sebelum menikah yang saat itu dikenalkan oleh Owner PS Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman dan kerap mendapatkan wejangan yang menenangkan sekaligus menguatkan.
Menurutnya, hubungan mereka bukan sekadar antara ulama dan jemaah. Pora merasa sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Guru Zuhdi yang juga dewan penasehat PS Barito Putera kala itu.
“Jadi saya sangat bersyukur ditentukan tanggal dan dinikahkan oleh Guru Zuhdi sebagai wali nikah,” imbuhnya.
Kenangan itu menjadi momen yang tak tergantikan dalam hidupnya. Tidak semua orang, kata Pora, memiliki kesempatan merasakan langsung bimbingan dan kedekatan seperti yang ia alami.
“Mulai menikahkan hingga menentukan tanggalnya, alhamdulillah sangat bersyukur,” ucapnya.
Tak hanya dalam urusan rumah tangga, nasihat Guru Zuhdi juga terus ia pegang hingga kini, termasuk dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional.
“Beliau memberikan nasehat untuk terus istiqomah. Kalau bertemu, selalu itu yang disampaikan, atau bahasanya konsisten. Itu yang selalu saya ingat,” pungkasnya.(ran)














