MARTAPURA, wasaka.id – Di tengah musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, khususnya di empat desa Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Anggota Komisi VIII DPR RI Sandi Fitrian Noor hadir sebagai penyemangat.
Kehadiran Bang Sandi sapaan akrabya di Desa Paku Alam, Desa Pembantanan Desa Gudang Tengah dan Desa Sungai Pinang hadir langsung menemui warga terdampak.
Tak sekadar menyalurkan bantuan logistik, kehadirannya juga membawa semangat dan harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit.
Bang Sandi menyapa warga satu per satu, berdialog, serta mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Ia memberikan motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan, seraya menegaskan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana ini.
“Bantuan ini memang penting, tetapi yang tak kalah penting adalah semangat untuk bangkit bersama. Insyaallah kita akan lalui cobaan ini dengan gotong royong,” ujarnya kepada warga.
Baca Juga: Tak Kenal Lelah, Bang Sandi Turun ke Lokasi Banjir di Balangan Salurkan Bantuan untuk Warga
Selain memastikan bantuan diterima secara merata, Sandi Fitrian Noor juga mendorong percepatan penanganan pascabanjir dan mengajak seluruh pihak untuk bersinergi, mulai dari pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat setempat. Menurutnya, kepedulian dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak bencana.
Bagi warga terdampak, kehadiran langsung wakil rakyat di lokasi banjir memberikan rasa diperhatikan dan menumbuhkan optimisme. Di tengah genangan air dan keterbatasan, dukungan moril yang diberikan menjadi kekuatan tersendiri untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pascabanjir.
“Di situasi seperti ini, negara harus hadir. Kita ingin memastikan warga tidak merasa sendiri,” ujarnya di sela-sela kunjungan.
Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan pihak terkait agar penanganan banjir dan penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Selain memberikan dukungan moril, Sandi Fitrian Noor menekankan pentingnya langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang. Ia menyoroti perlunya perbaikan tata kelola sungai, drainase, serta penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.(zai)















