Home / Banjarmasin / Berita Terkini

Selasa, 15 September 2026 - 17:11 WIB

22 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Tiba di Pelabuhan Trisakti

BANJARMASIN, wasaka.id – Sebanyak 22 korban selamat dari insiden KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di laut Jawa akhirnya tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Korban dibawa menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Lanal Banjarmasin setelah sebelumnya berada di atas KRI Nala, Selasa (15/9) sekitar pukul 10.00 Wita.

Proses pemindahan korban dilakukan secara bertahap dalam dua kali pengangkutan. Kloter pertama membawa 16 korban selamat, sementara kloter kedua membawa enam korban lainnya menuju Pelabuhan Trisakti.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan proses evakuasi tersebut.

“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi KRI Nala sebanyak 22 orang. Kemudian diangkut RBB dengan dua sortir, sortir pertama membawa 16 orang,” terang I Putu Sudayana.

Baca Juga : Basarnas Rilis Kronologi KM Virgo Transport 8: Terbalik Usai Dihantam Ombak Besar

Sebelumnya, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers pada Senin (14/9/2026) malam menyampaikan bahwa KRI Nala berhasil mengangkut 22 penumpang selamat dari KM Virgo Transport 8.

Namun, ukuran dan bobot KRI Nala membuat kapal tersebut tidak dapat langsung merapat ke dermaga Pelabuhan Trisakti.

Karena itu, dilakukan proses transfer korban ke kapal lain yang lebih memungkinkan untuk membawa mereka hingga ke pelabuhan.

Sebelumnya, Syafii menjelaskan korban sempat direncanakan dipindahkan ke KAL Kumai milik TNI Angkatan Laut.

“Karena memang besarnya kapal tersebut tidak mungkin untuk bisa bersandar di dermaga ini. Sehingga harus dilaksanakan transfer yang ulang kepada kapal KAL Kumai milik TNI Angkatan Laut juga,” jelas Syafii.

Dalam perkembangan proses evakuasi, pemindahan dari KRI Nala kemudian dilakukan menggunakan RBB Lanal Banjarmasin dalam dua kali sortir hingga seluruh 22 korban berhasil dibawa ke Pelabuhan Trisakti.

Setibanya di pelabuhan, para korban langsung menjalani proses triase oleh tim medis.

Triase dilakukan untuk memilah dan mengidentifikasi kondisi masing-masing korban berdasarkan tingkat keparahan cedera. Sistem tersebut menggunakan kode warna sebagai dasar untuk menentukan prioritas penanganan medis.(ran)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pemkab Kotabaru dan ULM Banjarmasin MoU Bidang Pendidikan

Banjarmasin

Konsolidasi di Tingkat Kabupaten, Golkar se Kalsel Panaskan Mesin Politik Jelang Pemilu dan Pilkada 2029

Advertorial

Arifin-Akbari Sapa Pedagang di Pasar Lama Laut, Tawarkan Solusi Kongkrit

Advertorial

DLH Apresiasi PT TBR Dukung Program Pengelolaan Sampah di Tanah Bumbu

Advertorial

Batola Bawa Jargon “Batekang Bi Pun Kan Lawin”

Banjarmasin

Bergabung di Barito Putera Roni Sugeng Diharapkan Perkuat Lini Tengah

Advertorial

Sekda Tanah Bumbu Pimpin Salat Sunat pada Implementasi Serambi Madinah

Advertorial

Pemkan Tanah Bumbu Gelar Rakor Persiapan Peringatan Hari Pahlawan