Home / Advertorial / Pemkab Tanah Bumbu

Senin, 13 April 2026 - 10:45 WIB

Tanah Bumbu Hidupkan Kembali Budaya Mallibu Kampong

Mallibu Kampong merupakan tradisi lama masyarakat Pagatan yang lama tak dijamah oleh pemerintah daerah. (Foto: Istimewa)

Mallibu Kampong merupakan tradisi lama masyarakat Pagatan yang lama tak dijamah oleh pemerintah daerah. (Foto: Istimewa)

BATULICIN, wasaka.id – Puluhan warga Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, mengikuti Mallibu Kampong. Ini merupakan tradisi lama masyarakat Pagatan yang lama tak dijamah oleh pemerintah daerah.

Mallibo Kampong yang bermakna keliling kampung dimulai dari tugu perjuangan 7 Februari pada Minggu (12/4) sore.

Tradisi ini menampilkan warga yang berparade menggunakan pakaian adat serta busana khas organisasi masing-masing. Filosofinya masih tentang rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Mappandre RI Tasi’e sekaligus peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu ke-23.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Bumbu, Yulian Herawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghidupkan kembali tradisi-tradisi lokal yang sempat meredup.

“Acara Malibbu Kampong ini adalah salah satu budaya masyarakat nelayan Pagatan yang seharusnya ada setiap tahun dalam rangkaian Mappandre RI Tasi’e. Selama ini mungkin kurang disorot, maka tahun ini sesuai janji pemerintah daerah, kita hidupkan kembali budaya yang sempat tenggelam,” ujar Yulian saat ditemui di lokasi kegiatan,” ucapnya.

Baca Juga : Seleksi Calon Paskibraka Tanah Bumbu 2026 Resmi Dibuka, Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Nasionalis

Pelestarian budaya, kata Yulian, bukan sekadar seremonial, melainkan aset strategis untuk sektor pariwisata.

Menurutnya, kekayaan budaya daerah adalah potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah.

Senada dengan Sekda, Ketua Lembaga Adat Ade Ogi Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan menekankan pentingnya sinergi antara adat dan pemerintah dalam pelestarian budaya.

​”Dengan dihidupkannya kembali tradisi ini secara meriah, kami berharap nilai-nilai luhur nelayan Pagatan tetap terjaga dan dikenal luas, tidak hanya oleh warga lokal tetapi juga wisatawan,” kata Fawahisah.

​Selain Malibbu Kampong, Dewan Adat Ade Ogi Tanah Bumbu juga telah menjadwalkan berbagai kegiatan budaya lainnya, termasuk prosesi Melarung dan demo pembuatan makanan tradisional Kanre Jawa Pute.

​”Nanti pada puncak acara tanggal 26 April, akan ada arak-arakan makanan tradisional seperti Kanre Jawa Pute, Buras, dan Tumbuk dari Tugu hingga panggung utama. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir memeriahkan,” pungkas Fawahisah.

Mappanre Ri Tasi’e sendiri dijadwalkan dibuka secara resmi pada malam ini yang akan menghadirkan band legendaris Tanah air, Slank dan penyanyi Siti Badriah.(adv/zai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

PLN UPT Balikpapan Berbagi Kebahagiaan Ramadhan untuk Penghafal Al-Qur’an dan Anak Yatim Dhuafa

Advertorial

Dalam Semangat Kemerdekaan, PLN Perkuat Kolaborasi Lintas Negara pada 28th SEB-PLN Operation Committee Meeting untuk Keandalan Sistem Kelistrikan Kalimantan

Advertorial

MTQN Tingkat Kabupaten Digelar, Ketua DPRD Kotabaru Berikan Apresiasi dan Semangat kepada Peserta

Advertorial

Bupati Kotabaru Serah Terima Hibah kepada Danlanud Sjamsudin Noor Banjarmasin

Advertorial

Efektivitas Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemkab Tanbu Bentuk PPATBM

Advertorial

Sekwan Balangan Apresiasi Dedikasi Dandim Lama, Harapkan Sinergi Semakin Kuat di Bawah Kepemimpinan Baru

Advertorial

HUT KORPRI ke-54, Pemko Banjarmasin Tegaskan Penguatan Profesionalisme ASN

Advertorial

Bupati Andi Rudi Latif Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila: Jadikan Pancasila Inspirasi dalam Berkarya