Home / Berita Terkini / Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sosok yang Berhasil Damaikan AS dan Iran, Siapa Dia?

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. (Foto: Istimewa)

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, wasaka.id – Di balik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada pertengahan Juni 2026, terdapat dua negara yang memainkan peran kunci sebagai mediator, yakni Pakistan dan Qatar.

Kedua negara ini disebut aktif menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran hingga menghasilkan memorandum of understanding (MoU) yang dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni 2026, dikutip dari laman Axios, Selasa (16/6).

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menjadi tokoh pertama yang mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri operasi militer. Ia juga membuka jalan bagi normalisasi hubungan kedua negara. Sharif menyebut upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.

Sejumlah laporan media internasional menyebut Pakistan tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan, tetapi juga menjadi fasilitator utama dalam berbagai putaran diplomasi selama konflik berlangsung.

Bahkan beberapa dokumen dan laporan menyebut kerangka perdamaian tersebut berpotensi dikenal sebagai “Islamabad Agreement” karena besarnya keterlibatan Islamabad dalam proses negosiasi.

Selain Pakistan, Qatar juga berperan penting dalam mempertemukan kepentingan kedua pihak. Negara Teluk itu selama bertahun-tahun dikenal memiliki hubungan baik dengan Iran sekaligus menjadi mitra strategis AS di kawasan.

Baca Juga : BEM se-Kalsel Gelar Aksi di DPRD Kalsel: Suarakan Kenaikan Harga BBM

Dalam proses negosiasi terbaru, Qatar dilaporkan menjadi saluran komunikasi penting dan membantu merumuskan sejumlah poin kesepakatan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan mekanisme perundingan lanjutan terkait isu nuklir Iran.

Menurut laporan Axios, rancangan MoU yang disepakati mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, serta dimulainya kembali pembicaraan mengenai program nuklir Iran.

Kesepakatan itu juga membuka peluang pelonggaran sanksi secara bertahap apabila Teheran memenuhi komitmen yang telah disepakati.

Presiden Trump pada 15 Juni menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah “selesai” dan tinggal menunggu seremoni formal di Swiss. Sementara itu, pejabat Iran juga mengonfirmasi adanya kesepahaman awal yang akan menjadi dasar pembicaraan lanjutan antara kedua negara.

Meski demikian, sejumlah isu strategis masih harus dibahas lebih lanjut, termasuk mekanisme pencabutan sanksi, masa depan program nuklir Iran, serta implementasi penuh pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Para diplomat menilai keberhasilan Pakistan dan Qatar mempertemukan dua negara yang selama puluhan tahun bermusuhan menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.(ran/sumber)

Share :

Baca Juga

Advertorial

MTQN ke-55 Tahun 2025 Tingkat Kecamatan di kotabaru Dibuka

Barito Putera

Bertandang ke Markas Persela: Barito Putera Targetkan Menebus Kekalahan Saat di Demang Lehman

Advertorial

Sinergi dalam Ekosistem Peduli Listrik, PLN Ajak Puluhan Influencer dan Jurnalis Jaga Keandalan Listrik Kalimantan Barat

Advertorial

Dinas Kominfosp Tanbu Sukses Gelar Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program Unggulan Tahap Empat

Bola & Sports

Begini Peluang Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 usai Hadapi Bahrain

Nasional

KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa Saat Berlayar Menuju Banjarmasin: Angkut 243 Orang Menuju Banjarmasin

Advertorial

Zairullah Optimis Eksekutif dan Legislatif Tanbu Akan Mewariskan Bendungan Untuk Masyarakat

Advertorial

Syamsudin Noor Dilantik Jadi Wakil Ketua II DPRD Balangan