BANJARMASIN, wasaka.id – Kapal Virgo Transport 8 mengalami hilang kontak diduga karena kecelakaan laut. Akibat kejadian ini sebanyak 107 orang berhasil dievakuasi dengan 6 di antaranya dinyatakan meninggal. Sementara, masih ada 130 orang lain yang masih dalam pencarian petugas SAR.
Kapten Kapal Virgo Transport 8 bernama Arief Yunianto. Dia terdaftar sebagai salah satu korban selamat yang telah dievakuasi oleh kapal tanker MT Mauhau dan sempat hendak dievakuasi ke Tuban, Jawa Timur.
Istri Arief saat dihubungi detikJatim menceritakan bahwa dirinya sudah berhasil menghubungi suaminya. Dia sampaikan bahwa suaminya sempat menceritakan bagaimana peristiwa itu terjadi sebelum kapal Virigo Transport 8 hilang kontak.
“Kejadiannya cepat. Ombak, terus muatan itu ambruk, kapal langsung miring. Kejadiannya cepat. Cuma saya tidak bisa dapat detail ceritanya. Saya tanya tadi ‘gimana kejadiannya’, tapi sinyalnya kan susah, jadi nggak detail,” ujar istri Arief saat dihubungi via telepon, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga : Pencarian Korban KM Virgo Transport 8: Korban Selamat 69 Orang Tiba di Pelanbuhan Trisakti Banjarmasin
Warga Benowo, Kecamatan Pakal itu menyebutkan bahwa suaminya yang merupakan pria kelahiran Lamongan saat ini masih dalam proses transfer ke kapal Basarnas untuk kemudian dievakuasi ke Banjarmasin.
“Iya, tidak jadi ke Tuban. Ini masih di atas kapal, menunggu kapal Basarnas. Karena mau dievakuasi ke Banjarmasin kan. Ini kapalnya belum bisa nempel karena ombak besar,” lanjutnya.
Sang istri juga menceritakan bahwa Arief baru saja bergabung ke PT Virgo Karya Shipping (VKS) karena kapal Virgo Transport 8 sendiri sebenarnya baru saja beroperasi. Dia memperkirakan kapal itu baru beroperasi Juni 2026 lalu, dan suaminya lah yang langsung menjadi kaptennya.
“Suami saya lama di kapal sebelumnya, juga kapten kapal. Di kapal yang ini baru. Sekitar Juni lalu mungkin. Sejak awal memang dipegang suami saya. Dia kaptennya,” katanya.
Data Basarnas Banjarmasin mulanya menyebutkan ada sebanyak 103 korban berhasil dievakuasi dengan kondisi satu meninggal dunia. Namun, ada perubahan data pada pukul 14.30 Wita dengan penambahan korban meninggal dunia sebanyak 5 orang yang dievakuasi TB TCP. Sehingga total 6 korban meninggal.(mey/sumber)













