PARINGIN, wasaka.id – Penurunan kemampuan keuangan daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 menjadi sorotan Fraksi NasDem Balangan dalam rapat paripurna DPRD, Senin (14/9).
Juru bicara Fraksi NasDem DPRD Balangan, Wahyudi Azhari, mengatakan kondisi fiskal daerah yang masih sangat dipengaruhi dana bagi hasil (DBH) dari sektor pertambangan perlu menjadi perhatian dalam menentukan arah kebijakan anggaran.
NasDem meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan ulang terhadap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2027.
Menurut fraksi tersebut, anggaran harus diprioritaskan untuk program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Selain mengandalkan pendapatan transfer, NasDem juga mendorong pemerintah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak maupun retribusi daerah.
Baca Juga : Atasi Persoalan Pasar Paringin, DPRD Balangan Dorong Pembentukan Satgas
Potensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan aset daerah yang dimiliki pemerintah juga dinilai perlu dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
NasDem turut menilai Balangan perlu mulai memperkuat sektor ekonomi di luar pertambangan. Diversifikasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang yang selama ini memiliki pengaruh besar terhadap penerimaan daerah.
Sementara dari sisi belanja, NasDem mengingatkan agar kebijakan efisiensi lebih diarahkan pada belanja operasional birokrasi.
Efisiensi anggaran, kata fraksi tersebut, jangan sampai berdampak pada kualitas pelayanan publik maupun pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat.
Pandangan Fraksi NasDem tersebut menjadi salah satu catatan DPRD dalam pembahasan Raperda APBD 2027. NasDem pada prinsipnya mendorong keterbatasan fiskal dihadapi dengan memperkuat sumber pendapatan sekaligus mempertajam prioritas belanja daerah.(adv/jaw)













