PALANGKARAYA, wasaka.id – Keandalan pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh kondisi jaringan, tetapi juga oleh kemampuan sistem proteksi dalam mendeteksi dan mengisolasi gangguan secara cepat. Memaknai semangat tanggung jawab dan pengabdian pada momentum Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya merampungkan pembaruan sistem proteksi pada sejumlah jalur transmisi 150 kV di Kalimantan Tengah.
Pekerjaan tahap akhir yang berlangsung pada 14 hingga 16 September 2026 tersebut mencakup pemasangan dan aktivasi Relay Line Current Differential (LCD). Pembaruan ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan jaringan transmisi yang sebagian besar melintasi kawasan hutan dan perkebunan, dengan potensi gangguan akibat sentuhan vegetasi maupun satwa.
Berbeda dengan Relay Distance yang bekerja berdasarkan pengukuran impedansi, Relay LCD membandingkan arus listrik pada kedua ujung penghantar untuk mengidentifikasi gangguan. Teknologi ini memiliki waktu kerja kurang dari 50 milidetik, sedangkan Relay Distance pada kondisi tertentu dapat memiliki waktu kerja lebih dari 400 milidetik. Kemampuan tersebut memungkinkan sistem proteksi mendeteksi dan mengisolasi gangguan lebih cepat sesuai karakteristik kerjanya.
Manager PLN UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa modernisasi sistem proteksi telah dilakukan secara bertahap pada 20 Gardu Induk (GI) 150 kV di Kalimantan Tengah sejak 2022. Pada 2026, pembaruan dilanjutkan pada 10 bay jalur transmisi, termasuk jalur Muara Teweh–Bangkanai, Sampit–Pangkalan Banteng, serta Pangkalan Banteng–Pangkalan Bun.
“Jaringan transmisi di Kalimantan Tengah memiliki tantangan tersendiri karena banyak melintasi kawasan hutan dan perkebunan. Kondisi tersebut menuntut sistem proteksi yang mampu mengenali gangguan secara tepat, termasuk gangguan dengan karakteristik arus yang sulit dideteksi. Karena itu, pembaruan Relay LCD menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan proteksi jaringan,” ujar Eko.
Baca Juga : PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan
Ia menambahkan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Program Anti Blackout Kalimantan yang diarahkan untuk memperkuat perlindungan sistem terhadap potensi gangguan. Dengan kemampuan deteksi dan isolasi yang lebih cepat, gangguan pada bagian jaringan yang terdampak diharapkan dapat dibatasi sehingga risiko meluasnya gangguan dapat diminimalkan.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan bahwa modernisasi sistem proteksi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam memastikan infrastruktur ketenagalistrikan mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.
“Di balik listrik yang digunakan masyarakat setiap hari, ada banyak pekerjaan yang harus dipastikan berjalan dengan baik. Modernisasi sistem proteksi menjadi salah satu bentuk tanggung jawab kami untuk terus meningkatkan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan. Kami ingin memastikan setiap penguatan yang dilakukan tidak berhenti pada pembaruan teknologi, tetapi juga berkontribusi pada layanan listrik yang semakin andal bagi masyarakat,” ujar Riko.
Melalui modernisasi sistem proteksi secara bertahap, PLN UIP3B Kalimantan terus memperkuat kesiapan jaringan transmisi untuk mendukung penyaluran listrik yang aman dan andal bagi masyarakat serta sektor industri di Kalimantan Tengah. Semangat tanggung jawab dan pengabdian tersebut menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada momentum Hari Kesaktian Pancasila.(adv/zai)













