Home / Banjarmasin / Berita Terkini / Partai Golkar / Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Momen HUT ke-62 Partai Golkar, Supian HK dan Gusti Iskandar Kenang Perjuangan H Abdussamad Sulaiman HB di Era Reformasi 1998

MARABAHAN, wasaka.id – Perjuangan almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB atau yang akrab disapa Haji Leman dalam membesarkan Partai Golkar di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi kenangan tersendiri bagi para kadernya.

Terutama saat partai berlambang pohon beringin itu menghadapi masa transisi reformasi pada 1998.

Kisah perjuangan tersebut kembali dikenang dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar. Jajaran pengurus dan kader Golkar Kalimantan Selatan menggelar ziarah ke makam sejumlah tokoh partai, termasuk Haji Leman di Kubah Datu Abdussamad, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (20/10).

Salah satu kader senior Golkar Kalsel, H. Supian HK, mengungkapkan, Haji Leman memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi dan membesarkan Golkar di Kalimantan Selatan, terutama ketika Indonesia memasuki era reformasi.

Menurutnya, situasi politik pada 1998 menjadi masa yang penuh tantangan bagi Golkar. Di tengah perubahan politik yang terjadi saat itu, dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjaga soliditas kader sekaligus mempertahankan keberlangsungan partai.

Supian menilai, Haji Leman merupakan salah satu tokoh yang mampu menjalankan peran tersebut. Berkat kepemimpinan dan perjuangannya, Golkar di Kalimantan Selatan dapat melewati masa transisi hingga tetap bertahan dan berkembang sampai sekarang.

“Beliau sangat konsen membesarkan Partai Golkar di Kalimantan Selatan, terutama pada masa transisi reformasi 1998. Beliaulah yang sanggup membawa Golkar ini sampai sekarang,” ungkap Supian HK.

Baca Juga : HUT ke-62 Golkar, Hasnuryadi Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan dan Para Pendahulu yang Membesarkan Partai

Ia menambahkan, perjuangan yang telah dirintis Haji Leman kini dilanjutkan putranya, H. Hasnuryadi Sulaiman, bersama jajaran pengurus dan kader Golkar lainnya.

Menurut Supian, upaya melanjutkan perjuangan tersebut dapat dilakukan dengan merangkul berbagai kalangan, termasuk para tokoh, untuk bersama-sama membangun partai dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Baginya, keberlanjutan perjuangan itu menjadi bagian dari amanah yang ditinggalkan almarhum kepada keluarga dan generasi penerusnya.

“Mungkin ini amanah almarhum,” ujarnya.

Lebih jauh, Supian mengenang Haji Leman bukan hanya sebagai tokoh politik yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan Golkar, tetapi juga sebagai sosok yang mencintai olahraga dan mempunyai kepedulian sosial tinggi.

Haji Leman dikenal memiliki kecintaan terhadap dunia olahraga, khususnya sepak bola. Di luar aktivitas politik, ia juga dinilai menaruh perhatian terhadap kepentingan masyarakat, tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga Kalimantan Tengah.

Bagi Supian, perpaduan antara perjuangan politik, kecintaan terhadap olahraga, dan kepedulian sosial tersebut menjadi bagian penting dari keteladanan yang ditinggalkan Haji Leman.

Ia mengaku bangga pernah mengenal dan menyaksikan perjuangan almarhum dalam membesarkan Golkar di Kalimantan Selatan.

Supian berharap H. Hasnuryadi Sulaiman dapat terus meneruskan perjuangan serta misi yang telah dirintis orangtuanya. Ia juga berharap semangat yang ditunjukkan Haji Leman sejak masa transisi reformasi dapat menjadi pegangan bagi generasi penerus dalam menjalankan roda organisasi.

“Mudah-mudahan ananda Hasnur bisa melanjutkan misi-misi beliau seperti yang diharapkannya di era transisi reformasi 1998,” beber Ketua DPRD Kalimantan Selatan ini.

Baca Juga : Peringati HUT ke-62, Partai Golkar Kalsel Gelar Semarak Maulid: Ajak Masyarakat Teladani Nabi Muhammad SAW dan Perjuangan Pendahulu

Kenangan serupa disampaikan tokoh Golkar Kalimantan Selatan, Gusti Iskandar. Ia mengatakan, sebagai kader partai, dirinya selalu mengingat jasa para tokoh pendahulu yang telah berjuang mempertahankan dan membesarkan Golkar.

Menurut Gusti Iskandar, salah satu periode penting dalam perjalanan partai adalah masa transisi reformasi pada 1998. Saat itu, Golkar menghadapi perubahan besar dalam lanskap politik nasional sehingga membutuhkan figur yang mampu membimbing kader dan menjaga keberlangsungan organisasi.

Ia mengingat Haji Leman sebagai sosok yang hadir dalam periode penting tersebut. Kala itu, Gusti Iskandar mengaku masih relatif muda dan menyaksikan bagaimana almarhum berjuang untuk mempertahankan eksistensi partai di tengah perubahan politik.

“Sebagai kader Golkar, kita selalu ingat dengan para tokoh pendahulu dan pahlawan di Partai Golkar yang telah berjuang. Terlebih pada masa transisi 1998, ketika partai menghadapi proses reformasi. Saat itu diperlukan tokoh yang bisa membimbing, dan sosok itu adalah H. Abdussamad Sulaiman,” tuturnya.

Ia menilai, keberlangsungan Golkar hingga saat ini tidak terlepas dari kontribusi para tokoh yang telah bekerja keras melewati berbagai tantangan politik pada masa lalu.

Karena itu, Gusti Iskandar mengingatkan generasi muda Golkar agar tidak melupakan sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu.

Menurutnya, pengalaman para tokoh senior harus menjadi pelajaran bagi kader muda untuk menjaga kekompakan, memperkuat organisasi, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, eksistensi Partai Golkar terus bertahan sampai sekarang. Tentunya kita yang muda-muda ini harus mampu mempertahankan nilai-nilai perjuangan para pendahulu, salah satunya H. Abdussamad Sulaiman HB,” pungkasnya.(ran)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Batola Buka Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula

Banjarmasin

Mendesak Alasan Pribadi, Rahmad Darmawan Cuti Tangani Tim Barito Putera

Advertorial

PLN Bagikan Ratusan Paket Gizi untuk Tangkal Stunting di Kalsel dan Kalteng

Berita Terkini

OTT di Pekalongan: KPK Tangkap Bupati Fadia Arafiq
Musrenbang RKPD Kecamatan Paringin Selatan yang dihadiri anggota Komisi I DPRD Balangan, Rusdin Barhiwan. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Rusdin Barhiwan Dukung Usulan Masyarakat di Musrenbang RKPD

Banjarmasin

Zahra Dilla Dihabisi karena Pelaku Takut Dilaporkan ke Calon Istri

Berita Terkini

Tiga Jenazah Korban Kebakaran Glodok Plaza Berhasil Diidentifikasi, Salah Satunya Osima Yukari

Advertorial

Bupati Terpilih Batola H. Bahrul Ilmi: HPN 2025 Momentum Bersejarah untuk Pers Daerah