KANDANGAN, wasaka.id – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Sandi Fitrian Noor, menghadiri sekaligus membuka Seminar Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) dengan tema “Gerakan Madrasah Peduli Lingkungan” yang diikuti oleh para guru dari dua madrasah se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Kegiatan seminar ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai pentingnya membangun kesadaran lingkungan di lingkungan madrasah. Melalui gerakan tersebut, madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga mampu menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan kepada para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Sandi Fitrian Noor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar NGOPI. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami anggota Komisi VIII DPR RI menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) dengan tema “Membangun Gerakan Madrasah Peduli Lingkungan,” jelas Sandi Fitrian Noor.
Tema ini kata dia sangat tepat untuk mengajak peduli tentang pendidikan Islam terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup.
Bang Sandi panggilan akrabnya juga menilai, membangun Gerakan Madrasah Peduli Lingkungan di Hulu Sungai Utara tentu memerlukan komitmen bersama.
“Kita perlu menyiapkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam pembelajaran, membangun fasilitas ramah lingkungan seperti pengelolaan sampah dan penghijauan madrasah, melatih guru agar menjadi teladan, serta melibatkan peserta didik dalam aksi nyata seperti pengelolaan sampah plastik, konservasi air, dan penghijauan bantaran sungai,” ungkapnya.
Baca Juga: Anggota DPR RI Sandi Fitrian Noor Sosialisasikan Empat Pilar Bersama FKPPI
Disamping itu dia juga menginginkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kantor Kementerian Agama, dinas pendidikan, dinas lingkungan hidup, pimpinan madrasah, para ulama, guru, orang tua, serta komunitas pegiat lingkungan. Gerakan ini harus menjadi gerakan kultural yang tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan sekadar instruksi dari atas.
Melalui forum Ngopi ini, ujarnya akan lahir gagasan-gagasan segar dan komitmen nyata untuk menjadikan madrasah di Hulu Sungai Utara sebagai madrasah yang bersih, hijau, asri, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Mari kita jaga dan rawat lingkungan kita, agar bumi tetap lestari.
“Saya berharap diskusi hari ini berjalan lancar, penuh keberkahan, dan menghasilkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Islam yang peduli lingkungan khususnya Hulu Sungai Utara dan Kalimantan Selatan pada umumnya,” tandasnya.(zai)














