JAKARTA, wasaka.id – Bareskrim Polri mengatakan hasil tes DNA yang dilakukan terhadap eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) tidak identik dengan anak Lisa Mariana berinisial CA.
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rizki Agung Prakoso menyebut kesimpulan itu didapati dari hasil pemeriksaan sampel DNA milik RK, Lisa beserta anaknya CA yang diambil pada Kamis (7/8) lalu.
“Pusdokkes Polri telah menyerahkan hasil pemeriksaan DNA kepada penyidik. Dengan hasil bahwa saudara RK dan anak saudari LM berinisial CA tidak memiliki kecocokan DNA atau non-identik,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (20/8).
Berdasarkan hasil tersebut, Rizki mengatakan pihaknya akan segera melakukan gelar perkara untuk menentukan status Lisa Mariana selaku terlapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut.
“Terkait dengan informasi ini kita akan melakukan langkah-langkah untuk memberikan kepastian hukum. Langkah yang paling dekat adalah kita akan melakukan gelar perkara terkait dengan langkah apa yang akan kita ambil,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Karo Labdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengungkap jika pengujian DNA dilakukan terhadap dua sampel yang berasal dari darah dan air liur.
Ia merincikan pemeriksaan DNA itu meliputi eksaminasi sampel, ekstraksi, kuantifikasi, amplifikasi, DNA typing dengan kapileri elektroporosis, analisis profil DNA, dan pembuatan surat hasil pemeriksaan DNA.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan sejak 8 sampai 12 Agustus tersebut, Hastry mengatakan, separuh profil DNA dari anak CA terbukti cocok dengan profil DNA milik Lisa Mariana. Akan tetapi, separuh DNA lainnya tidak memiliki kecocokan dengan RK.
“Dibuktikan secara ilmiah bahwa secara genetik, CA adalah anak biologis Lisa Mariana Presly Zulkandar bukan anak biologis Muhammad Ridwan Kamil,” tuturnya.
Ridwan Kamil sebelumnya melaporkan Lisa ke Bareskrim Polri terkait dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu dibuat pada Jumat (11/4) lalu dan teregister dengan nomor LP/B/174/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 11 April 2025.
Sementara itu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) juga telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri atas kasus pencemaran nama baik tersebut.
Alih-alih menerima hasil tersebut, Lisa Mariana justru meluapkan emosinya lewat siaran langsung di akun TikTok pribadinya.
Dengan suara tinggi, ia menuding hasil tes tidak masuk akal.
“Kalau positif (hasilnya) itu jujur, kalo negatif berarti ini anak tuyul dong. RK tuyul dong,” katanya dengan nada marah.
“RK tuyul dong yah berarti kalo negatif. Seumur hidup lu ga bakal tenang. Tanggung jawab di akhirat nanti!” tambahnya disertai kata-kata kasar.
Unggahan Lisa itu sontak viral, memicu pro dan kontra di kalangan warganet.
Apakah Hasil Tes DNA Bisa Berbeda di Tempat Lain?
Keraguan Lisa Mariana memunculkan pertanyaan besar: mungkinkah hasil DNA berubah jika dites ulang di laboratorium lain?
Menurut dr. Ade Firmansyah Sugiharto, SpFM, Subsp FK(K), seorang spesialis forensik dan medikolegal, jawabannya tidak—selama pemeriksaan dilakukan di laboratorium terstandar internasional.
“Metode tes DNA untuk hubungan keayahan diperiksa pada 23–26 lokus DNA yang terstandar. Jika dilakukan di lab yang sama-sama terakreditasi, hasilnya seharusnya identik,” jelasnya.
Seberapa Akurat Tes DNA?
Tes DNA untuk mengetahui hubungan ayah-anak dikenal sangat akurat, namun tetap dipengaruhi oleh faktor teknis seperti, acra pengambilan sampel, scra penyimpanan dan transportasi sampel, kualitas laboratorium pemeriksa hingga metode analisis yang digunakan.
Dengan standar ketat yang diterapkan, kemungkinan kesalahan hasil nyaris mendekati nol. Sedangkan biaya tes DNA, bisa capai belasan juta.
Bagi masyarakat umum yang ingin melakukan tes DNA pribadi, biayanya tidak murah.
Menurut dr Ade, satu sampel tes bisa mencapai Rp 10–15 juta. Namun, untuk kasus hukum seperti RK–Lisa Mariana, biaya pemeriksaan ditanggung negara melalui kepolisian.
Kesimpulannya hasil DNA non-identik berarti tidak ada hubungan biologis antara RK dan CA. Meski Lisa Mariana menolak menerima kenyataan tersebut, secara medis hasil ini sangat kuat dan kecil kemungkinan berbeda meskipun diuji ulang di tempat lain.
Kasus ini masih jadi sorotan publik, apalagi dengan ledakan emosi Lisa di media sosial. Namun secara ilmiah, tes DNA tetap menjadi tolak ukur paling akurat dalam menentukan hubungan darah.(ran/sumber)














