Home / Advertorial / Banjarmasin / Pemko Banjarmasin

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Banjarmasin Berjibaku Hadapi Karhutla dan Kabut Asap: Satgas Siaga 24 Jam Lindungi Masyarakat

BANJARMASIN, wasaka.id – Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Banjarmasin turut merasakan dampaknya. Kabut asap mengancam kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan terganggu, sementara upaya pemadaman harus terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat penanganan melalui Satgas Siaga Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kabut Asap yang bersiaga selama 24 jam. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menangani kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

Kesiapsiagaan diperkuat melalui satu posko induk di Kantor BPBD Kota Banjarmasin dan tiga pos lapangan di Pemurus Dalam, Sungai Andai, serta Sungai Lulut. Personel gabungan disiagakan untuk merespons kebakaran di wilayah kota dan mendukung penanganan lintas daerah sesuai kebutuhan di lapangan.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Banjarmasin, tercatat 71 kejadian kebakaran lahan sejak Juli hingga awal Oktober 2026. Di tengah penanganan di wilayah sendiri, personel pemadam asal Banjarmasin juga turut membantu pemadaman di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, serta memiliki rekam jejak membantu penanganan kebakaran di Banjarbaru.

Di sisi lain, pemerintah kota terus berupaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Pembagian masker dilakukan untuk membantu mengurangi paparan polutan, sementara fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas, terus disiagakan untuk melayani masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi udara.

Dampak karhutla juga dirasakan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan sebagai langkah perlindungan peserta didik dari paparan udara berbahaya.

Baca Juga : Pemko Banjarmasin Perkuat Sinergi dengan Dewan Pertahanan Nasional untuk Jaga Stabilitas Daerah

Di sektor kesehatan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarmasin sempat mencapai sekitar 2.580 kasus dalam satu pekan pada minggu ke-36 tahun 2026. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan akses pelayanan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta kelompok rentan.

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi karhutla dan dampak kabut asap.

“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kerja sama seluruh pihak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, disertai upaya perlindungan kesehatan serta dukungan yang memadai bagi petugas di lapangan. Kami akan terus memperkuat upaya penanganan dan perlindungan masyarakat, karena dampak karhutla dan kabut asap tidak boleh dibiarkan mengancam kesehatan, mengganggu pendidikan, maupun menghambat aktivitas warga,” ujarnya.

Baca Juga : Kontingen Wasaka Muda Indonesia U13 Siap Tampil di Piala Soeratin Nasional 2026

Di tengah upaya penanganan tersebut, perhatian turut tertuju pada bantuan presiden (Banpres) untuk penanganan karhutla senilai Rp100 miliar yang diberitakan. Dalam rincian alokasi yang beredar, Kota Banjarmasin tidak tercantum sebagai penerima langsung.

Rincian tersebut menyebutkan alokasi untuk BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Tanah Laut Rp20 miliar, Kota Banjarbaru Rp15 miliar, Kabupaten Tapin Rp15 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rp10 miliar, dan Kabupaten Tanah Bumbu Rp10 miliar.

Kondisi ini menjadi momentum untuk melihat kebutuhan penanganan karhutla secara menyeluruh, termasuk dukungan bagi daerah yang menghadapi kebakaran sekaligus terdampak kabut asap. Penanganan lintas wilayah membutuhkan kesiapan personel, kendaraan, dan peralatan yang harus tetap berfungsi optimal.

Dukungan berupa bahan bakar minyak (BBM), biaya operasional, perawatan armada dan mesin pompa, serta perlengkapan keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapsiagaan Satgas. Dengan dukungan yang memadai, upaya pemadaman dan perlindungan masyarakat dapat terus diperkuat.

Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar lahan. Dampaknya menjangkau kesehatan, pendidikan, dan aktivitas masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi antardaerah, kesiapsiagaan petugas, pelayanan kesehatan yang sigap, serta dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya melindungi warganya sekaligus mengambil bagian dalam penanganan kebakaran lintas wilayah. Sebab, ketika api meluas dan kabut asap menyebar, keselamatan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama, tanpa dibatasi wilayah administrasi.(mey)

Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Guru Yanor Doakan PS BArito Putera Terus Memberikan Terbaik untuk Banua

Advertorial

Fraksi DKS Dukungan Penuh 12 Raperda Kabupaten Balangan

Advertorial

Disperdagin dan TP PKK Kendalikan Inflasi Lewat Bazar Pasar Murah

Advertorial

Legislator Balangan Fathurrahman Gelar Reses dan Silaturahmi di Desa Pematang, Serap Aspirasi Warga

Banjarmasin

Musda XI Golkar Kalsel Digelar, Bahlil: Siapapun Terpilih Harus Bisa Membesarkan Partai

Advertorial

Pemkab Kotabaru Siap Memanfaatkan Pengelolaan Limbah Sampah dari Lembaga Pemasayarakatan

Advertorial

Sekda Kotabaru Hadiri Sosialisasi Komsos Maritim Lanal

Advertorial

Pemkab Barito Kuala Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2025 dan RPJMD 2025-2029