Home / Banjarmasin

Senin, 11 September 2023 - 14:49 WIB

Banjarmasin Terpilih Jadi Tempat Melestarikan Budaya Melalui PKN

keindahan Pasar Terapung Kuin sebagai bentuk mendekatkan kembali budaya khas Banjar. (Foto : Istimewa)

keindahan Pasar Terapung Kuin sebagai bentuk mendekatkan kembali budaya khas Banjar. (Foto : Istimewa)

BANJARMASIN, wasaka.id – Peringati Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2023, Banjarmasin menjadi salah satu daerah yang terpilih sebagai tempat Program Laku Dalam Ruang dari total 9 daerah di Indonesia.

Banjarmasin mencoba menonjolkan keindahan Pasar Terapung Kuin sebagai bentuk mendekatkan kembali budaya khas Banjar yang hampir tergerus oleh zaman.

Program PKN yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai bentuk dukungan guna kembali memajukan kebudayaan.

Pimpinan Excelsior Dance Project Banua, Gita Kinanti Purnama Azri, bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini tak hanya sekadar melestarikan budaya, namun juga sebagai upaya memajukan kebudayaan yang muilai tergerus.

Ia juga menyebutkan bahwasanya dipilihnya kawasan wisata Pasar Terapung Kuin, sebagai tempat penyelenggaraan Laku Dalam Ruang di KPN 2023 kali adalah karena sejarah ratusan tahun yang telah dimiliki.

“Pasar terapung ini menjadi bagian penting kota Banjarmasin selama berabad-abad, dimana didalamnya membawa gerak laju perubahan kebudayaan warga Banjarmasin sebagai masyarakat sungai,” jelasnya.

“Pasar Terapung Muara Kuin pernah menjadi jantung perdagangan di Kalsel pasar ini telah menjadi tempat pertemuan antara pedagang dan pelaut dari berbagai suku dan bangsa,” sambungnya.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Batiti Ka Muara’ ini dilaksanakan dalam tiga kegiatan.

“Dimana pagi, kita telah melakukan kunjungan langsung ke pasar terapung, dengan tajuk memasar apung, dengan tujuan mendekatkan kembali masyarakat dengan kegiatan berbelanja di sana,” ucapnya.

Dan dalam mamasar apung itu, dirinya juga menjelaskan diselingi dengan sebuah performa kecil yaitu ritual ritus mengayuh.

Dengan maknanya ritus mangayuh ini adalah sebagai simbol kuat, dimana ada pengayuh sebagai penggerak dan pengemudi.

“Hubungannya dalam laku dan ruang adalah hubungan harmoni antara manusia dan alam,” tuturnya.

Kemudian dalam acara kedua yanga diadakan di sore, Gita menjelaskan ada ‘Sambang Sore Hari’ yang didalamnya mengangkat konteks bercengkrama bersama warga di kawasan pelabuhan Pasar Terapung Muara Kuin, bersama penampilam madihin yang akan dibawakan oleh Ahmad Syahrani.

“Dengan nuansa eksotis sunset di dermaga muara kuin yang memiliki histori panjang ini,” terangnya.

Dilanjutkan pada malam harinya, pertunjukan seni kolaborasi yang dibawakan oleh dua kolaborator seniman terpilih, yaitu Gita Kinanthi bersama Yeni Wahyuni seniman teater dari Padang Panjang.

Pertunjukan ini dikemas dalam bentuk teater, berjudul ‘Merah Kuning Kuin’, yang dijelaskan oleh Gita akan berfokus menjelaskan bagaimana kehidupan di Pasar Terapung.

“Fokus utamanya kepada perempuan di pasar terapung, dalam laku ruang hidupnya, segala perasaannya sebagai perempuan, ibu, istri, anak dan cucu dan pedagang pasar terapung,” pungkasnya.(yud)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Empat Kampung KB Tutup Rangkaian Pencanangan Tahun 2023

Banjarmasin

Hasnur Group Bagikan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Daerah di Indonesia

Banjarmasin

Golkar Punya Target Menangkan Pileg-Pilkada di Hulu Sungai Utara dan Barito Kuala

Banjarmasin

Halte Integrasi 0 Kilometer Jadi Revolusi Transportasi Kota Banjarmasin

Banjarmasin

Perkuat Lini Tengah Barito Putera Kontrak Pemain Asal Jepang, Kodai Nagashima

Banjarmasin

Organisasi Sayap Partai Golkar KPPG, Al Hidayah dan HWK Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

Banjarmasin

IKA Unair Kalsel Tebar Manfaat Membagikan 500 Voucher Sembako Murah kepada Warga

Banjarmasin

Arifin-Akbari Akan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer di Banjarmasin Jika Terpilih