Home / Bola & Sports / FIFA / Nasional / News

Senin, 14 Oktober 2024 - 12:01 WIB

Omar Al Ali, Wasit China vs Indonesia yang Juga Sarat Kontroversi

Wasit Omar Mohamed Al-Ali yang akan memimpin laga lanjutan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Qingdao Youth Football Stadium. (Foto : Istimewa)

Wasit Omar Mohamed Al-Ali yang akan memimpin laga lanjutan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Qingdao Youth Football Stadium. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, wasaka.id – Laga Timnas Indonesia melawan Timnas China pada lanjutan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Qingdao Youth Football Stadium, kabarnya akan dipimpin wasil Omar Ali, Laga ini akan tersaji di Qingdao Youth Football Stadium Selasa (15/10) malam WIB.

Sosok Omar Al Ali bakal jadi disorot saat Timnas Indonesia menghadapi China pada Matchday 4 Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Penyebabnya adalah kepemimpinan Ahmed Al Kaf di laga sebelumnya. Pengadil asal Oman itu mengambil beberapa keputusan yang merugikan Garuda sehingga harus puas bermain 2-2 melawan Bahrain, Kamis (10/10). Repotnya, Al Ali juga kerap menghasilkan polemik usai bertugas.

Memulai kariernya sebagai wasit di Liga UEA pada tahun 2018, Al Ali telah menjadi salah satu wasit bersertifikat FIFA dari negara tersebut. Ia telah berpengalaman dalam memimpin pertandingan internasional, termasuk Liga Champions Asia.

Namun, keputusan-keputusan yang diambilnya sering kali menuai kontroversi, sehingga kemungkinan terulangnya insiden di laga China vs Indonesia cukup besar.

Wasit berusia 36 tahun ini menjalani debutnya di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia saat memimpin pertandingan Australia melawan Bahrain. Dalam laga tersebut, Al Ali membuat beberapa keputusan yang dipertanyakan, termasuk memberikan kartu merah kepada Kusini Yengi.

Baca Juga : Erick Thohir Sampaikan Progres Naturalisasi Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, Kapan Bela Timnas Indonesia?

Selain itu, ia juga mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Socceroos dan dua kartu kuning untuk tim Bahrain, meskipun secara keseluruhan permainan tim tamu terlihat lebih agresif.

Al Ali memulai kariernya sebagai wasit utama di UEA Pro League pada tahun 2018 dalam pertandingan antara Al Qadsiah dan Al Fateh. Selama perjalanan kariernya, ia lebih sering bertugas sebagai wasit keempat dan tercatat baru memimpin 20 pertandingan sebagai wasit utama di Liga UEA dari tahun 2018 hingga 2024.

Baca Juga : Lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesai Akan Menghdapi Timnas China, Seperti Apa Rekor Pertemuan Kedua Tim

Meskipun demikian, dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, ia telah dipercaya untuk memimpin sebagai wasit utama dalam pertandingan Australia melawan Bahrain.

Ia juga akan kembali bertugas sebagai wasit utama dalam laga China melawan Australia. Penunjukan ini cukup kontroversial mengingat pengalaman internasionalnya yang masih terbatas.

Walaupun ia telah memimpin beberapa pertandingan di turnamen kelompok umur seperti Piala Asia U-17, Piala Asia U-23, dan Piala Dunia U-17, pengalamannya dalam memimpin pertandingan tim nasional senior masih minim. Hal ini menyebabkan beberapa keputusan yang diambilnya dalam pertandingan Australia vs Bahrain menuai kritik.(ran)

Sumber : liputan6.com

Share :

Baca Juga

Advertorial

PLN Indonesia Power UBP Barito Peringati Hari Listrik Nasional ke-79 dan Hari Sumpah Pemuda ke-96 dengan Semangat Kebangkitan Nasional

Advertorial

Gathering Night Ekshibisi Paralayang, Paramotor dan Gantolle Meriahkan Bukit Mamake Hills

Barito Putera

Bang Hasnur Sapa Warga Desa Batu Balian, Ajak Bermain Bola Bersama Barito Putera

Nasional

Berantas Rokok Ilegal: Bea Cukai Gencarkan Operasi Pasar Terpadu di Berbagai Daerah

Advertorial

PLN Journalist Award 2022 Mengajak Para Jurnalis Berkontribusi Dalam Sebuah Tulisan

Barito Putera

Hadapi Persebaya Sore Ini, Barito Putera Akan Bermaian Percaya Diri

Advertorial

PLN Siap Hadirkan 100 Persen Listrik Hijau pada HUT RI Ke-79 di IKN

Bisnis

Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Bahas Potensi Ekonomi Kreatif dengan Menparekraf