Home / Berita Terkini / Nasional / Politik

Selasa, 3 Desember 2024 - 12:11 WIB

Partisipasi Pemilih Rendah, Pemerintah Buka Peluang Revisi Jarak Pilpres dan Pilkada

JAKARTA, wasaka.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya membuka peluang untuk merevisi sistem pemilu, termasuk penjadwalan ulang antara pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Hal ini didasari evaluasi rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024.

“(Revisi jarak Pilpres ke Pilkada) Semua masih mungkin, karena usulan-usulan itu masuk ke kami. Usulan memisahkan antara Pilkada dan pemilihan legislatif (Pileg) yang lebih jauh lagi atau memisahkan antara pemilu nasional dan pemilu lokal,” kata Bima di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (2/12).

“Ya, mungkin juga ini dikarenakan ada kejenuhan antara pelaksanaan pileg, pilpres dengan Pilkada, terlalu berdekatan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa partisipasi pemilih dalam Pilkada di beberapa daerah cenderung menurun, meski Kemendagri masih menunggu data lengkap dari KPU.

“Ya, memang masih kita tunggu data dari teman-teman KPU secara keseluruhan. Memang di beberapa daerah terlihat sekali menunjukkan angka yang berbeda, yang lebih rendah,” ucapnya.

Baca Juga : Hitung Cepat di 3.104 TPS, Perolehan Suara Muhidin-Hasnur Melesat Jauh dari Acil Odah-Haji Zanie

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengakui, partisipasi pemilih dalam kontestasi Pilkada 2024 tidak mencapai 70 persen, jika dihitung secara nasional rata-rata.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU RI August Mellaz saat menanggapi pertanyaan awak media.

“Dari gambaran secara umum, ya kurang lebih di bawah 70 persen, secara nasional rata-rata. Meskipun rata-rata nasional biasanya kalau dalam konteks pilkada dibandingkan pilpres, pileg atau pemilu nasional itu biasanya di bawah,” kata dia di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2024).

Mellaz memastikan, hal itu menjadi catatan dan akan dievaluasi. Namun sebelum itu, dia menyatakan saat ini KPU di seluruh provinsi hingga kota/kabupaten tengah fokus melakukan rekapitulasi suara berjenjang terlebih dahulu.

“Proses evaluasi pasti akan tetap kita lakukan. Nah, saat ini tentu kita masih membutuhkan waktu karena jajaran kami di tingkat provinsi dan kabupaten kota itu sedang melakukan tahapan rekapitulasi, jadi fokusnya masih di sana,” jelas dia.

Penyebab Partisipasi Pemilih Menurun
Lebih lanjut soal penyebab menurunnya angka partisipasi pemilih di Pilkada 2024, Mellaz mengaku bisa saja hal itu dikarenakan kampanye memilih yang kurang atau pesan yang disampaikan tidak diterima dengan baik oleh publik.

“Nah, apakah ada proses-proses sosialisasi yang kemudian dianggap kurang atau tidak? saya pastikan, meskipun itu dilakukan oleh provinsi dan kabupaten kota, tetapi skema terkait dengan penyebar luasan informasi, sosialisasi, sebagaimana praktik yang kemudian berlangsung di pemilu nasional lalu, itu juga diterapkan sama,” Mellaz menandasi.(ran)

Sumber : Liputan6.com

Share :

Baca Juga

Bupati Kotabaru, Sayed Jafar saat meninjau lokasi TPA di Desa Sungup agar bisa dimaksimalkan dengan baik. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Bupati Kotabaru Tekankan Agar TPA di Desa Sungup Bisa Dimaksimalkan
Momen Presiden Jokowi bersama TNI dan Polri. (Foto : Istimewa)

Berita Terkini

Presiden Jokowi Teken SK Kenaikan Gaji Prajurit TNI-Polri

Advertorial

Juara Lomba, Wahyu Windarti Apresiasi Tanbu Pada Jambore HIMPAUDI

Advertorial

DP3AP2KB Tanbu Gelar Publikasi Hasil Pengukuran Balita

Berita Terkini

Lawan Laos, Timnas Bidik Kemenangan Kedua Setelah Menekuk Myanmar

Berita Terkini

Kafilah Kotabaru Hadiri Malam Ta’aruf MTQ Nasional ke-35 di Tapin

Advertorial

Jalankan Amanat UU Perlindungan Data Pribadi, PLN Pastikan Data Pelanggan Aman dengan Sistem Terenkripsi

Advertorial

Pastikan pasokan listrik Ramadan 1446 H andal, PLN Gelar Rapat Koordinasi Sistem Kalimantan