PARINGIN, wasaka.id – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Modern Adaro Paringin, Rabu (20/5/2026).
Sidak yang dipimpin Kepala Disperindag Balangan, Hj Herlina, tersebut turut melibatkan unsur Polri dan TNI. Kegiatan ini dilakukan guna memantau perkembangan harga Barang Pokok dan Penting (Bapokting) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyambangi sejumlah pedagang untuk menanyakan kondisi stok dan harga berbagai komoditas.
Selain itu, pihak Disperindag juga menawarkan kepada para pedagang terkait skema supply langsung dari Bulog untuk pengadaan stok MinyakKita.
Usai sidak, Herlina mengungkapkan bahwa stok Bapokting di pasar tersebut tersedia dalam jumlah yang cukup hingga perayaan Idul Adha mendatang.
“Alhamdulillah, dari sidak kali ini kita bisa mengetahui untuk stok barang yang ada di Pasar Modern Paringin khususnya cukup hingga Hari Raya Idul Adha nanti,” ujarnya.
Baca Juga : Abdul Hadi Lepas Keberangkatan 214 Calon Jemaah Haji Balangan
Terkait perkembangan harga, Herlina menyebut sebagian besar komoditas masih berada pada kisaran harga yang terjangkau.
Meski demikian, ia mengakui ada beberapa komoditas yang harganya melonjak akibat tekanan dari cuaca yang tidak stabil belakangan ini.
“Dalam rata-rata semuanya aman untuk harga, jadi alhamdulillah masyarakat kita masih dapat berbelanja di Pasar Modern Adaro ini,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan, jika dibandingkan dengan kondisi menjelang Idulfitri beberapa waktu lalu, harga MinyakKita masih bertahan di kisaran Rp15.700 per liter. Adapun harga tersebut tergolong jauh lebih murah dibandingkan minyak goreng non-subsidi yang dijual sekitar Rp22.000 per liter.
Sejumlah komoditas lain bahkan tercatat mengalami penurunan harga. Tiung misalnya, turun dari Rp90.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada ayam potong, yang sebelumnya dijual Rp31.000 kini menjadi Rp25.000 per kilogram. Begitu pula bawang merah, yang turun dari Rp90.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
Sebaliknya, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga. Ikan nila naik dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sementara cabai merah melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit. Imbas dari cuaca yang tidak menentu, harga cabai rawit yang semula Rp130.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp150.000 per kilogram.
Sementara itu, terkait penawaran kepada para pedagang untuk penyediaan minyak goreng merek MinyakKita, Herlina menyebut langkah tersebut merupakan salah satu inovasi yang digagas Disperindag Balangan.
“Itu bisa disebut inovasi untuk masyarakat kita yang kita salurkan melalui para pedagang. Jadi barang melalui Bulog itu kita salurkan ke pedagang kita agar harga dari minyak goreng bisa lebih murah,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya penyaluran MinyakKita melalui pedagang ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses minyak goreng dengan harga yang lebih standar dan terjangkau, terlebih menjelang momen Hari Raya Idul Adha.(adv/wan)














