Home / Advertorial / Pemkab Tanah Bumbu

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:43 WIB

Perkuat Komitmen KLA, Pemkab Tanah Bumbu Ikuti Bimtek Evaluasi Mandiri Hak Anak

BATULICIN, wasaka.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tingkat kabupaten/kota yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI, melalui Zoom Meeting di Ruang Digital Live Room (DLR) Kantor Bupati Tanah Bumbu, Selasa (10/2).

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III KemenPPPA, Endah Sri Rejeki, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan sebuah sistem pembangunan yang dirancang untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak serta melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.

Ia menjelaskan, melalui sistem KLA, pemerintah daerah diharapkan mampu memahami berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak di wilayahnya, sekaligus merumuskan langkah dan kebijakan yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut secara terencana dan berkelanjutan.

Menurut Endah, indikator-indikator KLA yang diperoleh dari hasil evaluasi sejatinya dapat menjadi semacam daftar periksa (checklist), tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat, untuk mengetahui hak-hak anak yang belum terpenuhi.

“Dari indikator KLA ini, kita bisa melihat hak anak mana saja yang belum terpenuhi, kemudian menyusun rencana dalam lima tahun ke depan tentang bagaimana upaya pemenuhannya,” jelasnya.

Baca Juga : Inacraft 2026, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Dorong UMKM Naik Kelas

Ia menambahkan, pemenuhan hak anak mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai sejak anak dilahirkan, hak mendapatkan informasi, hak untuk menyampaikan pendapat dan didengar, hingga hak atas kesehatan dan pendidikan. Seluruh aspek tersebut telah termuat secara komprehensif dalam indikator KLA.

Endah menegaskan bahwa upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak tidak boleh dipandang sebagai proyek semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Oleh karena itu, pelaksanaan KLA diharapkan bersifat berkelanjutan, karena yang kita bicarakan adalah masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.(adv/zai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Workshop Wirausaha Kerajinan, Ketua Dekranasda Tanah Bumbu Dorong Inovasi dan Promosi Digital Produk Lokal

Advertorial

Pemkab Tanbu Terima Kunjungan Sosialisasi Cetak Sawah Rakyat

Advertorial

Bupati Kotabaru Audiensi Ke Kemenhut, Minta Dukungan Kawasan Konservasi Untuk Akses Pelabuhan Baru

Advertorial

Mahasiswa KKN ULM Kenalkan Biofloc dan Nugget Ikan, Bupati Tanah Bumbu Beri Apresiasi

Advertorial

Bupati Kotabaru Hadiri Kunker Reses Komisi II DPR RI di Kalsel

Advertorial

Gelar Apel Siaga Kelistrikan Nasional, Dirut PLN Pimpin Kesiapan Keandalan Listrik Masa Lebaran 2024

Advertorial

Jalin Kerjasama, BPBD Balangan Silaturahmi ke Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel

Advertorial

Sinthya Roesly Tekankan Pentingnya Peran Perempuan Dalam Kemajuan PLN