PURUK CAHU, wasaka.id — Menjaga kesiapan infrastruktur kelistrikan membutuhkan pemeliharaan yang dilakukan secara konsisten, termasuk pada komponen yang berperan penting dalam sistem penyaluran listrik. PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Muara Teweh melaksanakan pembersihan isolator di Gardu Induk (GI) Puruk Cahu pada 8–9 Oktober 2026 sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan pada peralatan.
Pembersihan isolator merupakan bagian dari pemeliharaan berkala untuk mengurangi penumpukan debu, kotoran, dan polutan pada permukaan isolator. Jika dibiarkan, kontaminasi tersebut dapat menurunkan kemampuan isolasi dan meningkatkan risiko gangguan, termasuk flashover dalam kondisi tertentu. Melalui pekerjaan ini, PLN berupaya menjaga kondisi peralatan tetap baik untuk mendukung kesiapan penyaluran listrik bagi masyarakat di Kabupaten Murung Raya dan sekitarnya.
Manager ULTG Muara Teweh, Mochamad Farid Mustofa, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara terencana dengan memperhatikan prosedur teknis dan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ketelitian dalam pelaksanaan menjadi bagian penting untuk memastikan pemeliharaan berjalan sesuai ketentuan.
“Pembersihan isolator merupakan langkah preventif untuk mengurangi penumpukan polutan yang dapat memengaruhi fungsi isolasi peralatan. Karena itu, tim melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan prosedur teknis dan keselamatan kerja agar pemeliharaan berjalan tepat serta kondisi peralatan tetap terjaga,” ujar Farid.
Baca Juga : PLN Gerak Cepat Ganti Isolator Tower 40, Jaga Penyaluran Listrik Muara Teweh–Puruk Cahu
Manager Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, Eko Prasetyo, menegaskan bahwa pemeliharaan berkala merupakan bagian dari pengelolaan aset yang membutuhkan pemantauan dan tindak lanjut secara konsisten. Upaya ini membantu PLN mengenali kondisi peralatan dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan sebelum potensi masalah berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
“Setiap aset memiliki peran dalam mendukung penyaluran listrik. Karena itu, pemeliharaan perlu dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan peralatan. Dengan pengelolaan aset yang baik, kami berupaya menjaga kesiapan infrastruktur transmisi dan gardu induk dalam mendukung layanan kelistrikan bagi masyarakat,” kata Eko.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan bahwa semangat Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi pengingat pentingnya kontribusi dan tanggung jawab bersama dalam mendukung kemajuan bangsa. Dalam menjalankan tugasnya, PLN berkontribusi melalui pengelolaan infrastruktur kelistrikan yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa dibangun melalui kontribusi nyata dan tanggung jawab bersama. Di PLN, salah satu bentuk kontribusi itu adalah memastikan infrastruktur kelistrikan dipelihara dengan baik agar dapat mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan pertumbuhan daerah,” ujar Riko.
Melalui pemeliharaan preventif yang dilakukan secara berkala, PLN terus berupaya menjaga kondisi peralatan di gardu induk agar tetap siap mendukung penyaluran tenaga listrik bagi masyarakat.(adv/zai)













