Home / LIFESTYLE

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:51 WIB

Puja Mandela Rilis “Cerita yang Lalu”: Balada Reflektif di Tengah Dunia yang Terluka

Musisi sekaligus jurnalis asal Kalimantan Selatan, Puja Mandela. (Foto: Istimewa)

Musisi sekaligus jurnalis asal Kalimantan Selatan, Puja Mandela. (Foto: Istimewa)

MUSISI sekaligus jurnalis asal Kalimantan Selatan, Puja Mandela, merilis single terbarunya berjudul “Cerita yang Lalu”, sebuah balada sederhana dengan lapisan makna yang dalam.

Lagu yang diproduksi di Beehive Home Studio Recording ini memadukan vokal hangat Puja Mandela dan gitar akustik yang ia mainkan sendiri. Sang produser, Prima Yuda Prawira, juga mengambil banyak peran, di antaranya dengan memainkan piano ala Nicky Hopkins.

Sejak bait pembuka “Kita bertemu kembali, saat dunia sedang terluka…”, pendengar diajak menyusuri ruang batin dua jiwa yang berhadapan di dunia yang penuh luka; ketidakadilan, perang, korupsi, dan udara yang tercemar karena kerakusan manusia.

Melalui metafora empat elemen; udara, api, debu, dan hujan, Puja Mandela menghadirkan perjalanan dari kehilangan menuju penerimaan. Bukan untuk melupakan, melainkan untuk berdamai dengan masa lalu.

Refrain-nya mengulang kalimat sederhana tapi kuat: “Kau dan aku, cerita yang lalu / Api yang menyala menjadi debu.” Dan lagu ini ditutup dengan baris lirih tak berulang: “Hujan yang sengaja, jatuh dari udara / Menghapus jejak, cerita kita berdua.”

Jika “Lagu untuk Nada”, Puja menulis dengan lugas, “Dunia penuh dusta, tapi yakinlah kau tak terluka”, kini melalui “Cerita yang Lalu,” ia menulis dengan penuh metafora dan makin menegaskan kemampuannya menulis narasi yang tajam sekaligus menyentuh.

Dalam karya ini, Puja Mandela juga menampilkan visual cover yang menafsirkan pertemuan dirinya versi dewasa dan versi masa kecilnya yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intellegence (AI). Ia menyebut ini sebagai percakapan dengan diri sendiri: tentang penerimaan dan keikhlasan terhadap masa lalu.

“Cerita yang Lalu bukan sekadar lagu untuk meratapi kehilangan, tetapi menegaskan bahwa kehilangan adalah bagian dari kehidupan,” kata penulis buku esai Tak Semua Hal Harus Masuk Akal itu.

“Cerita yang Lalu” akan tersedia di Spotify, YouTube Music, dan Apple Music mulai 29 Oktober 2025.

*

Untuk wawancara, materi promosi, atau kebutuhan media, hubungi:
📩 pujamandelaofficial@gmail.com
📞 0822-50-212-212 (WhatsApp)

Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Tokoh Muda Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman Berikan Motivasi di Creative Movement Day
Ilustrasi jaringan internet yang diharapkan wakil rakyat DPRD Balangan agar bisa terkoneksi hingga daerah pedalaman. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Anggota DPRD Balangan Berharap Jaringan Internet Merata Bisa Dirasakan Masyarakat Pedalaman
Sosialisasi pola asih anak dan remaja yang digelar (DPPPAKB) Kalsel yang berlangsung di Kotabaru.(Foto : Istimewa)

Advertorial

Tingkatkan Pola Asuh, DPPPAKB Kalsel Gelar Sosialisasi di Kotabaru

Banjarmasin

MH Care Bersama Gerakan Perempuan Sahabat Muhidin Hasnur Gelorakan Kesehatan untuk Masyarakat

Advertorial

Ramadan Cake Fair 2025 Dibuka, Bupati Andi Rudi Latif: Dorong Daya Jual UMKM

Advertorial

Ahsani Fauzan dan Istri Sambut Kehadiran Tamu Istimewa Putri Ariani

Banjarmasin

Bang Hasnur Penuhi Janji Berikan Sepeda Motor ke Peserta Fun Walk, Iwan Sampaikan Terimakasih ke Hasnur Group

Advertorial

Bupati Barito Kuala Hadiri Syukuran dan Press Conference Film “Pirunduk”