MARTAPURA, wasaka.id – Anggota MPR/DPR RI, Sandi Fitrian Noor akrab disapa Bang Sandi, terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin, bertempat di Rumah Aspirasi Banua Bang Sandi, Kabupaten Banjar, Selasa (15/9).
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam kesempatan tersebut, Sandi Fitrian Noor menekankan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar, khususnya di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga persatuan, menghargai perbedaan, hingga mengedepankan semangat gotong royong.
“Empat Pilar ini menjadi landasan penting bagi kita dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, pemahaman dan pengamalannya harus terus kita tanamkan di tengah masyarakat,” ujar Bang Sandi anggota DPR RI Komisi VIII DPR RI.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin untuk bersama-sama menjaga kerukunan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
Sosialisasi berlangsung dengan suasana interaktif. Masyarakat yang hadir berkesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan, pandangan, serta aspirasi terkait kehidupan sosial dan kebangsaan.
Sandi menyampaikan, Rumah Aspirasi Banua Bang Sandi di Kabupaten Banjar diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk menampung aspirasi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, konstitusi, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika semakin kuat. Dengan demikian, semangat persatuan dan kebersamaan dapat terus terjaga demi kemajuan Banua dan Indonesia.
“Kita ingin masyarakat semakin memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa secara bersama-sama,” bebernya.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami Empat Pilar secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebersamaan, gotong royong, toleransi, serta menjaga keutuhan NKRI menjadi bagian penting yang terus ditanamkan.(mey)














