MARTAPURA, wasaka.id – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, bersama istri Ellyana Trisya Hasnuryadi melakukan penanaman pohon di Arboretum Ayu Tirta bertepatan di momen Peringatan Hari Bumi 2026 yang diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan, Rabu (22/4).
Kegiatan yang digagas oleh Nur Sulaiman Community (NSC) tersebut berlangsung di kawasan Jalan Ahmad Yani KM 9, Kertak Hanyar. Sejumlah organisasi turut hadir, di antaranya BKOW Kalimantan Selatan, IKA Unair Kalsel, serta anggota komunitas lingkungan.
Pendiri Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto, memaparkan langsung perkembangan kawasan konservasi tersebut kepada rombongan. Ia menjelaskan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan serta sistem penanaman berbasis ekosistem yang diterapkan di area seluas 8 hektare itu.
“Arboretum ini difungsikan sebagai tempat pelestarian sekaligus pengembangan berbagai jenis tanaman,” ujarnya.
Menariknya, sejumlah pohon di kawasan ini juga ditanam oleh tokoh nasional, seperti Hanif Faisol Nurofiq, Mohammad Nuh, hingga Rocky Gerung.
Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi dan Ellyana secara simbolis melakukan penanaman dan penyiraman pohon Ulin. Aksi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Hasnuryadi mengaku terkesan dengan keberadaan arboretum tersebut. Ia menilai kawasan itu sebagai contoh konkret kecintaan terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui kerja nyata.
“Kami bangga dengan inisiatif ini. Bahkan sejak pertama tiba, kami sudah melihat betapa luar biasanya apa yang dibangun di sini,” ucapnya.
Baca Juga : Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi, Wagub Kalsel: Bimbingan dan Doa Ulama Selalu Kita Harapkan
Ia juga menegaskan pentingnya momentum Hari Bumi sebagai pengingat bagi semua pihak untuk terus menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya pelestarian tidak hanya sebatas menanam, tetapi juga mencakup perawatan dan edukasi kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Hasnuryadi turut berbagi cerita pribadinya yang kembali tertarik berkebun. Ia menyebut aktivitas menanam di rumahnya mulai hidup kembali, termasuk menanam anggrek, yang mengingatkannya pada kebiasaan sang kakek di masa lalu.
Sementara itu, Chendrawan mengungkapkan bahwa Arboretum Ayu Tirta telah berdiri selama 13 tahun dan kini memiliki sekitar 230 spesies tanaman dengan total sekitar 10.000 bibit. Namun, sekitar 2.000 bibit mengalami kendala pertumbuhan akibat musim kemarau.
Beberapa waktu lalu, penanaman pohon ulin oleh Menteri Lingkungan Hidup menambah jumlah pohon menjadi 10.001 batang. Ia juga menyoroti tantangan dalam pengadaan bibit ulin yang tergolong langka dan bernilai tinggi.
Dalam pengelolaannya, arboretum melibatkan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan Yayasan Bekantan Indonesia dalam program konservasi dan penanaman pohon.
Chendrawan menegaskan bahwa seluruh kegiatan di Arboretum Ayu Tirta bersifat non-komersial dan sepenuhnya berorientasi pada pelestarian lingkungan.
“Kami fokus pada konservasi. Semua kegiatan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan alam,” pungkasnya.(ran)














