Home / Advertorial / Pemkab Tanah Bumbu

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

Wamenko Pangan RI Tinjau KSPEAN di Tanah Bumbu, Pemkab Dukung Integrasi Sapi-Sawit

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq meninjau Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), di Kecamatan Satui. (Foto: Istimewa)

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq meninjau Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), di Kecamatan Satui. (Foto: Istimewa)

BATULICIN, wasaka.id – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq meninjau Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Kalimantan Selatan, Selasa (16/6) di Kecamatan Satui.

Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung Program Pemberdayaan Peternakan Sapi Berkelanjutan Terintegrasi Perkebunan Kelapa Sawit dengan Kehutanan dan Pertanian (P2SHP) yang dikembangkan PT Buana Karya Bhakti.

Bupati Andi Rudi Latif melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Eryanto Rais dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan beragam. Potensi tersebut perlu dikelola secara terpadu sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan kawasan swasembada pangan, energi, dan air.

“Kami siap berkolaborasi, serta mendukung berbagai langkah strategis yang akan dirumuskan demi keberhasilan program ini” ucapnya.

Baca Juga : Zikir dan Khataman Quran Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah di Bumi Bersujud Tanah Bumbu

Wamenko Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan integrasi antara perkebunan sawit dan peternakan sapi memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan hewani nasional.

Menurutnya, model integrasi sawit dan sapi yang diterapkan perusahaan tersebut telah membuktikan keberhasilannya. Dari populasi awal sekitar 300 ekor sapi pada 2016, kini berkembang menjadi hampir 1.500 ekor melalui sistem pembiakan alami.

Selain meningkatkan populasi ternak, program integrasi sawit-sapi juga memberikan manfaat bagi sektor perkebunan. Kehadiran sapi membantu menekan biaya pembersihan gulma hingga 50–70 persen, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah melalui pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak.

Sementara itu, Ranch Manager PT Buana Karya Bhakti, Wahyu Darsono, menjelaskan bahwa perusahaan memulai program tersebut dengan investasi sekitar Rp6 miliar untuk pengadaan 300 ekor sapi beserta infrastruktur pendukung pada 2016.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Suparmi, menyebut program integrasi sawit-sapi di PT Buana Karya Bhakti telah ditetapkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian sebagai role model nasional.(adv/zai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kinerja PLN Jaga Keandalan Sistem, Pemeliharaan Hotspot Peralatan Gardu Induk Sungai Raya Berhasil Diselesaikan

Advertorial

Jadi Tokoh Inspiratif Dunia, Biografi Jokowi Tulisan Dirut PLN Terbit di Korea

Advertorial

Kesbangpol Seleksi Calon Paskibra Tahun 2023, Begini Pesan Bupati Kotabaru

Advertorial

Lengkapi Persyaratan Daftar Bacaleg, Kader Partai Golkar Siap Tempur di 2024

Advertorial

PLN Pastikan Pasokan Listrik di Kalimantan Barat Aman Selama Ramadan dan Idul Fitri 1445 H

Advertorial

Menuju Visi Banjarbaru Emas, Srikandi PLN Dukung Peresmian Bank Sampah Induk

Advertorial

Bupati Kotabaru Hadiri Haul Syekh Samman Al-Madani di Kecamatan Hampang

Advertorial

Harlah Pancasila, Jadi momentum Menjaga Persatuan