BANJARMASIN, wasaka.id – Klub kebanggaan Banua PS Barito Putera baru saja merekrut Stefano “Teco” Cugurra sebagai pelatih anyar untuk berlaga di Liga 2 dan segera bangkit ke Liga 1.
Lantas, apa yang menjadi alasan manajemen Barito Putera sehingga memilih Teco untuk meracik punggawa Laskar Antasari?
Pelatih asal Brasil yang sudah resmi menjadi warga Indonesia ini dipilih manajemen dan dipercaya sebagai wujud nyata dari komitmen manajemen dalam menjawab harapan masyarakat Banua Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah, kami hanya ingin menjalankan amanah masyarakat Banua yang menginginkan Barito Putera bangkit dan kembali mengharumkan nama Kalimantan Selatan. Ini juga sesuai pesan Abah dan Mama tercinta, bahwa klub ini didirikan untuk memberikan kebanggaan dan kebahagiaan bagi Banua,” ujar Owner PS Barito Putera Hasnuryadi, Senin (3/6)
Langkah manajemen merekrut Teco bukan keputusan sembarangan. Menurut Hasnur, penunjukan ini telah melalui proses panjang, termasuk mendengar masukan dari para suporter yang mendambakan pelatih berkarakter kuat dan memiliki rekam jejak gemilang.
Rekam jejak Teco di kancah sepak bola Indonesia memang tak diragukan lagi. Ia sukses membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1 pada 2018. Tak berhenti di situ, pelatih 50 tahun itu juga mengantar Bali United meraih gelar juara Liga 1 pada musim 2019 dan 2021/2022.
“Kita semua tahu kualitas Coach Teco. Di Persija juara, di Bali United dua kali juara, bahkan ketika masih menjadi pelatih fisik di Persebaya, kontribusinya sangat terasa. Di Thailand pun beliau sukses membawa tim dari liga bawah hingga promosi,” jelas Hasnuryadi.
Baca Juga : Pertaruhkan Nama, Stefano Cugurra Bawa Misi kembalikan Barito Putera ke Liga 1
Menurutnya, “Trik Rekot” sebuah istilah lokal yang mengacu pada rekam jejak dan strategi andalan pelatih adalah alasan utama di balik kepercayaan manajemen kepada Teco.
“Itulah yang membuat kami sangat berharap Coach Teco bersedia bekerja sama membangun Barito kembali,” imbuhnya.
Menariknya, Coach Teco kini telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), sehingga tidak terkendala regulasi Liga 2 yang mengharuskan pelatih kepala berstatus WNI. Hal ini memperkuat niat Barito Putera menjadikan Teco sebagai bagian penting dari proyek kebangkitan klub.
“Alhamdulillah, di rumah Mama dan Abah tercinta di Kampung Melayu, kami bisa menandai kerja sama ini. InsyaAllah bukan hanya bangkit, tapi juga membawa nama Banua harum di kancah sepak bola nasional,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihaknya tak ingin membuat janji muluk-muluk. Fokus utama saat ini adalah bekerja keras, saling mendukung, dan menjaga sinergi antar semua elemen klub agar Barito Putera bisa kembali berprestasi.
“Kami tidak ingin janji manis, yang penting kerja keras dan kebersamaan. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banua,” pungkasnya.(ran)














