BANJARMASIN, wasaka.id – Stefano Cugurra alias Teco, membawa tugas penting sebagai pelatih PS Barito Putera di Liga 2 Indonesia. Teco yang pernah membawa Bali United 2 kali menjadi juara di Liga 1, harus mempertaruhkan nama besanya di kancah sepak bola Indonesia agar mengembalikan Barito Putera ke Liga 1.
Meski terdegradasi ke Liga 2, Barito Putera tetap konsisten menunjukkan keseriusan dalam menata ulang skuad demi merebut trofi kasta kedua dan kembali ke Liga 1.
Langkah mengejutkan diambil klub berjuluk Laskar Antasari dengan mendatangkan pelatih berpengalaman, Stefano Cugurra, yang musim lalu menangani Bali United dan pernah menjadi pelatih di Persija Jakarta dan juga menjadi juara di Liga 1.
Pelatih berusia 50 tahun itu kini sudah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan sah dapat menukangi klub di Liga 2. Rekam jejaknya mentereng di kancah sepak bola nasional, dengan tiga gelar Liga 1 bersama dua klub berbeda.
Teco mengungkapkan bahwa pilihannya bergabung dengan Barito Putera tak lepas dari ambisi besar klub asal Kalimantan Selatan tersebut.
“Mereka punya proyek yang bagus, mereka ingin cepat kembali ke Liga 1, dan mudah-mudahan kita bisa bawa proyek (tim) ini balik ke liga 1, setelah itu mereka tetap punya proyek bagus di Liga 1 untuk tetap konsisten disana,” ujarnya.
Baca Juga : Guru Rasyid Beri Semangat ke Klub Barito Putera: Bangkitkan Jiwa Wasaka
Oleh karena itu, kedatanganya ke PS Barito Putera untuk bekerja keras meski harus memulai dari liga 2 dan meyakini dapat membawa klub ke liga 1 kembali.
Lebih dari sekadar ambisi, Teco juga tertantang dengan situasi sulit yang kini dihadapi Barito. Ia mengaku pernah mengalami situasi serupa saat melatih salah satu tim di Liga Thailand, dan berhasil membawa tim tersebut promosi.
“Ini adalah situasi di sepak bola. Saya sudah berapa klub di liga 1, tapi saya pernah menghadapi ini di Thailand, dan saya bisa membawa tim tersebut naik ke Thai League dan tetap konsisten,” tegasnya.
Menurutnya, projek yang diberikan oleh manajemen Barito Putera tidak jauh berbeda atau dapat dikatakan hampir sama dengan kondisi klub Thailand tersebut saat ia pegang.
“Projek ini hampir sama waktu saya pegang di Thailand,” imbuhnya.
Coach Teco juga mengatakan, Barito Putera adalah klub terakhir yang mengontak dirinya dari beberapa klub sepak bola pasca dirinya berhenti dari klub sebelumnya.
Namun, dirinya merasa berjodoh dengan Barito Putera dan akan bekerja keras untuk klub kebanggan orang Banua tersebut.
“Harus bekerja keras untuk Barito putera,” pungkasnya.(ran)














