MARTAPURA, wasaka.id – Momen rutin 5 Rajab di Sekumpul Martapura dihadiri Jemaah yang dating dari berbagai daerah bahkan dari Malaysia. Berdasarkan data dari Polresbanjar, tercatat hampir Jemaah.
Kapolres Banjar AKBP Fadli menyampaikan jumlah jemaah mencapai jutaan orang itu berdasarkan analisa operator (provider) besar di Indonesia yang aktif saat kegiatan.
“Jumlah jemaah berdasarkan analisis tiga provider besar di Indonesia yang aktif saat kegiatan mencapai 4,9 juta hingga menembus 5 juta,” ujar Fadli di Posko Terpadu Kabupaten Banjar di perempatan Sekumpul, Ahad malam.
Menurut Fadli, kegiatan 5 Rajab 1447 Hijriah yang menembus angka 5 juta orang itu melampaui jemaah yang hadir tahun lalu mengenang wafat ulama kharismatik Syekh KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang dikenal Guru Sekumpul jumlahnya mencapai 4,1 juta.
“Alhamdulillah, kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman dengan pengamanan dipimpin langsung oKapolda Kalsel, melibatkan personel di lapangan bersama relawan yang mencapai ribuan,” ungkapnya.
Disebutkan Fadli, pengaturan yang diberlakukan mulai parkir, rekayasa lalu lintas, serta antisipasi kemacetan bersama para relawan dan instansi terkait sehingga seluruh kegiatan bisa berlangsung dengan aman kondusif.
Rangkaian kegiatan keagamaan itu diawali pembacaan Maulid Al Habsyi, dilanjutkan dengan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang menggema di seluruh kawasan Musala Ar Raudhah dan sekitarnya.
Jutaan jamaah yang memenuhi ruang induk musala, sepanjang ruas Jalan Sekumpul hingga Jalan Jenderal A Yani Kota Martapura hingga ke Kota Banjarbaru larut dalam doa dan dzikir bersama.
Sementara, ribuan aparat keamanan baik TNI dan Polri bersama relawan diterjunkan melakukan pengamanan serta pengaturan arus jamaah yang datang baik menggunakan kendaraan maupun perahu melalui jalur sungai.
Rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sejumlah titik menuju pusat kawasan Sekumpul, dan petugas kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat namun situasi aman dan tertib berlangsung hingga akhir.
Meski sempat diguyur hujan gerimis, semangat jamaah tidak surut tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dengan suasana tetap aman, tertib, dan penuh kekhusyukan serta nuansa religius.(zai)














