Home / Advertorial / Pemkab Tanah Bumbu

Senin, 4 Mei 2026 - 11:06 WIB

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan

DPPPA-PPKB Tanah Bumbu menyelenggarakan pelatihan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula SMKN 1 Simpang Empat. (Foto: Istimewa)

DPPPA-PPKB Tanah Bumbu menyelenggarakan pelatihan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula SMKN 1 Simpang Empat. (Foto: Istimewa)

BATULICIN, wasaka.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPA-PPKB) Tanah Bumbu menyelenggarakan pelatihan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula SMKN 1 Simpang Empat, Senin (4/5).

Kegiatan strategis ini menghadirkan perwakilan desa-desa dan para pemateri dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu.

Sekretaris Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) DPPPA-PPKB Tanah Bumbu, Kartini, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat benteng perlindungan bagi kelompok rentan di tingkat akar rumput.

Target besarnya adalah terbentuknya PATBM di setiap desa guna mempercepat respon perlindungan. Dengan adanya wadah ini, setiap persoalan yang melibatkan perempuan dan anak diharapkan dapat dicegah sedini mungkin atau mendapatkan penanganan awal yang tepat di tingkat desa.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, setiap desa di Kabupaten Tanah Bumbu bisa terbentuk PATBM Desa agar bisa melakukan pencegahan dan penanganan awal jika terjadi kasus terkait perempuan dan anak,” ujar Kartini.

Baca Juga : Pemkab Tanah Bumbu Terima Bantuan Keuangan Pendidikan Kesetaraan dari Pemprov Kalsel

Namun, tantangan besar masih membentang di depan mata, berdasarkan data dinas terkait, saat ini baru 70 desa/kelurahan yang memiliki struktur PATBM dari total 157 desa/kelurahan yang tersebar di Kabupaten Tanah Bumbu.

Salah satu kendala klasik yang dihadapi di lapangan adalah dinamika saat penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Banyak kader yang mengharapkan adanya honorarium atau gaji rutin dari aktivitas sosial tersebut, sementara saat ini dukungan anggaran untuk pos tersebut belum tersedia.

“Kami harap sisanya bisa segera menyusul. Kendala yang dihadapi adalah ketika peng-SK-an, kader-kader ini mengharapkan gaji dari kegiatan yang mereka lakukan, namun sementara ini belum ada,” tambah Kartini.

Meski demikian, pembentukan PATBM ini bersifat krusial dan tidak bisa ditawar. Selain sebagai bentuk kehadiran negara di tingkat desa, keberadaan lembaga ini merupakan salah satu indikator bagi Tanah Bumbu untuk meraih predikat Kabupaten Layak Anak.

Pantauan di lokasi acara menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Perwakilan desa nampak menyimak dengan seksama paparan dari pihak akademisi maupun aparat penegak hukum guna membawa pulang bekal pengetahuan ke wilayah masing-masing.(adv/zai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pimpin Apel, Bupati Kotabaru Ingatkan ASN Disiplin Dalam Bekerja

Advertorial

Mampir Ngopi ke Pasar Manunggal, Andi Rudi Latif Disambut Antusias Pedagang

Advertorial

RPJMD 2025–2029 Disetujui, Pemkab Fokus pada SDM, Infrastruktur dan Ekonomi Berkelanjutan

Advertorial

PLN Indonesia Power UBP Barito Laksanakan Pengujian Line Charging PLTA Ir. PM. Noor sebagai Upaya Menjaga Keandalan Sistem Kelistrikan Kalimantan

Advertorial

Listrik Kalteng Makin Andal, PLN Operasikan Gardu Induk dan Transmisi Baru di Kuala Kurun

Advertorial

Pesona Pantai Risalo: Surga Tersembunyi dengan Keindahan Terumbu Karang dan Jelajah Mangrove

Advertorial

MTQN Ke-23 Kecamatan Simpang Empat: Ikhtiar Membangun Generasi Qur’ani

Advertorial

Menuju Pelayanan Informasi yang Berkualitas, Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Tata Kelola PPID