Home / Berita Terkini / Nasional / News / Politik

Kamis, 1 Februari 2024 - 13:36 WIB

Menkominfo Minta Platform Digital Tekan Sebaran Konten Negatif dan Hoaks Terkait Pemilu 2024

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi. (Foto : Istimewa)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, wasaka.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi mengimbau, platform digital dan pemangku kepentingan untuk aktif menekan sebaran konten-konten negatif dan hoaks terkait Pemilu 2024.

“Saya tekankan bahwa segala upaya mengendalikan penyebaran konten negatif terkait Pemilu perlu diperkuat dan dikerjakan secara serius. Untuk itu, saya imbau khusus kepada Meta, TikTok, Twitter, YouTube dan Google dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, RRI, dan LKBN Antara untuk lebih aktif mendukung Sosialisasi Pemilu Damai 2024,” kata Budi Arie dilansir dari Antara, Kamis (1/2).

Menurut Budi Arie, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi konten negatif dan hoaks, misalnya dengan melakukan klarifikasi dan kontranarasi.

Budi Arie menambahkan, berbagai inisiatif dan kolaborasi telah dilaksanakan demi mendukung agenda Pemilu Damai 2024. Namun demikian, konten negatif masih banyak ditemukan di ruang digital.

“Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, konten hoaks terkait Pemilu mengalami kenaikan pada kurun waktu 1 Juli 2023 sampai dengan 27 Januari 2024, yakni mencapai total 2.852 konten yang tersebar di berbagai platform,” ucap Budi Arie.

Baca Juga : KPU Kotabaru Gelar Simulasi Pemilu 2024

Dari hasil pantauan tim Mesin Pengais Konten Negatif (AIS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), penyebaran konten negatif di platform Facebook ditemukan sebanyak 1.224 konten, X (dulu Twitter) 953 konten, TikTok 411 konten, Instagram 198 konten, YouTube 36 konten dan Snack Video 30 konten.

Melihat hal tersebut, Budi Arie mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kolaborasi dalam menangani konten negatif dan hoaks terkait pemilu.

Budi Arie menegaskan, LPP dan platform digital memiliki peran penting dalam mendukung agenda Pemilu Damai 2024. Secara khusus, dia memberikan perhatian pada upaya menjaga ruang digital agar berbagai informasi penting perihal pemilu menjadikan masyarakat mendukung pelaksanaan pesta demokrasi yang damai, aman dan kondusif.

“Saya juga minta kepada semua platform media sosial lebih serius, responsif dan cepat dalam menangkal dan menindak konten hoaks, ujaran kebencian dan konten-konten lain yang melanggar peraturan perundang-undangan terkait Pemilu 2024, terutama dalam waktu krusial ini yang tinggal 14 hari lagi menuju Pemilu,” tutur Budi Arie.(ran)

Sumber : Liputan6.com

Share :

Baca Juga

Berita Terkini

Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Mendagri Tito Karnavian Ajak Pemda Adu Prestasi

Banjarmasin

Bima Raksa Gabung ke Barito Putera, Ambisi kembalikan Marwah Laskar Antasari ke Liga 1

Banjarmasin

Dua Karateka Raih Medali Piala Ketua PB FORKI VI Bandung, Paman Birin: Karateka Banua Berkualitas dan Mampu Bersaing
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2023 kepada BPK RI Perwakilan Kalsel. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Bupati Kotabaru Serahkan LKPD 2023 ke BPK RI Perwakilan Kalsel

Barito Putera

Pertamaka Kali Bertemu Pemain Barito Putera, Aslamiah Doakan Kesuksesan Tim Kebanggaan Banua

Advertorial

Bupati Tanah Bumbu Tekankan Pentingnya Riset dan Inovasi Daerah

Advertorial

Peringati Hari Pahlawan Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Tabur Bunga di Laut

Advertorial

Jadi Pimpinan DPRD Balangan Sementara, Ini Tugas Linda dan Rizkan