Home / Advertorial / Pemkab Barito Kuala

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:49 WIB

Paripurna DPRD ke-18, Pemkab Batola dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024

Paripurna DPRD ke-18 dalam rangka penandatangan berita acara persetujuan bersama terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2024. (foto : Istimewa)

Paripurna DPRD ke-18 dalam rangka penandatangan berita acara persetujuan bersama terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2024. (foto : Istimewa)

MARABAHAN, wasaka.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala melaksanakan rapat Paripurna DPRD ke-18 dalam rangka penandatangan berita acara persetujuan bersama terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2024.

Paripurna ini dihadiri Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Ketua DPRD beserta anggota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda Pimpinan SKPD, Instansi Vertikal, para Camat serta para Kabag Setda, dilaksanakan di Ruang Sidang Lt.III DPRD Kabupaten Barito Kuala, Senin (16/06).

Penyampaian pertanggungjawaban APBD tahun 2024, merupakan pemenuhan kewajiban pemerintah daerah. Dengan persetujuan ini; evaluasi pertanggungjawaban APBD, yang tertuang dalam laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kab. Barito Kuala tahun 2024, siap diajukan kepada Gubernur Kalimantan Selatan.

Bahrul Ilmi dalam sambutannya mengatakan dari kebijakan dan realisasi pemanfaatan anggaran, Barito Kuala tahun 2024, khususnya manfaat bagi masyarakat.

Dengan realisasi anggaran pendapatan yang mencapai 105,10%. Dan realisasi penggunaan anggaran sisa lebih pembiayaan atau silpa tahun 2024 adalah sebesar Rp 195.224.794.885,53.

“Nilai silpa juga menunjukan terminalisasi arus kas per 31 Desember 2024 yang berasal dari seluruh aktifitas pengelolaan anggaran sepanjang tahun 2024; sehingga berdasarkan neraca keuangan per 31 Desember 2024; kekayaan pemerintah Kab. Barito Kuala yang dimiliki dan dikuasai sampai dengan 31 Desember 2024; yang terdiri dari aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap, dana cadangan dan aset lainnya; mencapai nilai sebesar Rp3.340.711.353.706,36 ; yang secara totalitas akan menjadi modal bagi pembangunan di Kab. Barito Kuala selanjutnya,” jelasnya.

Baca Juga : Dukung Penuh Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi, Bupati H. Bahrul Ilmi Hadiri Peresmian Gedung Rektorat UNISKA

Ia juga menambahkan pendapatan daerah terbesar yang diterima pemerintah Kab. Barito Kuala adalah dana-dana transfer daerah yang diterima dari pemerintah pusat.

Pendapatan daerah pada perubahan APBD tahun 2025, akan tetap didominasi dana-dana transfer daerah. Selain itu, pemerintah Kabupaten juga terus mengoptimalkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik terhadap sistem dan cara pemungutannya maupun perluasan obyek pengenaan retribusi dan pajak daerah.

Kedua Kebijakan anggaran belanja daerah yang bermuara pada pengelolaan keuangan daerah yang efisien, akan berdampak pada perencanaan anggaran yang wajib tepat kegiatan, tepat jumlah anggaran dan tepat kewenangan.

“Selain itu perlu saya tegaskan bahwa anggaran daerah wajib memberikan kinerja, yakni kinerja dengan indikator terukur. Demikian pula alokasi dan proyeksi penganggaran untuk setiap belanja; wajib dalam koridor perencanaan anggaran yang telah diatur pada Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Ketiga kebijakan pembiayaan daerah dilakukan terhadap kewajiban pemerintah daerah pada perubahan APBD tahun 2025, dengan menggunakan anggaran Silpa 2024 dan tetap difokuskan pada pelayanan masyarakat secara langsung. Nilai APBD pada Rancangan KUPA dan PPAS perubahan tahun 2025, untuk sementara diperkirakan sebesar : Rp 1.855.448.111.269,00. Dari kebijakan anggaran sebagaimana telah saya uraikan, memberikan makna bahwa pengelolaan anggaran, senantiasa harus dilakukan secara profesional, terencana, legal dan memenuhi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik, sesuai Standar Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). Hal ini mutlak harus dilaksanakan dan dipenuhi sehingga tahun-tahun berikutnya kinerja keuangan pemerintah Kab. Barito Kuala tetap dalam posisi saat ini, yakni. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkapnya.(adv/zai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Kotabaru Kukuhkan Kades dan BPD di Dua Kecamatan

Advertorial

Komisi III DPRD Balangan Mantapkan Peran dalam Pengawasan Pembangunan Strategis

Advertorial

Ketua DPRD Balangan Apresiasi Peran Strategis TP PKK dalam Pembangunan Masyarakat

Advertorial

Diskominfo SP Tanbu Gelar Monev PPID dan SP4N-LAPOR! untuk Tingkatkan Layanan Informasi dan Pengaduan Publik

Advertorial

Wujudkan Iklim Demokrasi Lebih Baik, Pemprov Kalsel Apresiasi PLN Gelar UKW PWI Se-Kalimantan

Advertorial

Anggota Komisi I DPRD Balangan Dengarkan Aspirasi Honorer 

Advertorial

Persami KKRI Gelombang V, Wadah Strategis Pembentukan Karakter Generasi Muda Tanah Bumbu

Advertorial

Bupati Sayed Jafar kembali Berikan Bantuan BST kepada Warga Kepulauan