PARINGIN, wasaka.id – Pemerintah Kabupaten Balangan mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Balangan yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD, Senin (20/7).
Dokumen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan, Fakhriyanto, yang membacakan sambutan Bupati Balangan di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.
Dalam sambutannya, Bupati Balangan menjelaskan bahwa perubahan APBD dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan kondisi fiskal daerah, khususnya akibat kebijakan pemerintah pusat yang berdampak pada pendapatan transfer ke daerah.
Menurutnya, hingga saat ini Kabupaten Balangan masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah.
“Dengan berat hati kami sampaikan bahwa pada perubahan anggaran tahun ini, pemerintah pusat mengambil kebijakan memotong dana desa untuk cicilan Koperasi Merah Putih,” ujar Fakhriyanto saat membacakan sambutan Bupati.
Baca Juga : Pemkab Balangan Sampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD 2027 dengan Empat Prioritas Pembangunan
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut mengakibatkan Kabupaten Balangan mengalami pengurangan alokasi anggaran sekitar Rp54 miliar.
Selain itu, pada perubahan APBD tahun ini pemerintah daerah hanya memproyeksikan adanya peningkatan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara komponen pendapatan lainnya tidak mengalami kenaikan.
“Konsekuensinya, kalau boleh kami katakan, tahun anggaran 2026 ini mengalami anomali atau kondisi yang sangat jarang terjadi, yaitu penurunan kemampuan anggaran sekitar 1,25 persen,” lanjutnya.
Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program dan kegiatan agar tetap selaras dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kita pilah lagi mana yang menjadi prioritas, mana yang bisa ditunda bahkan dibatalkan, dengan tetap memperhatikan perkembangan serta mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan,” katanya.
Meski dilakukan penyesuaian anggaran, pemerintah daerah menegaskan arah pembangunan tetap mengacu pada enam prioritas pembangunan Kabupaten Balangan Tahun 2026.
Prioritas tersebut meliputi pengembangan wilayah desa dan kota melalui pembangunan infrastruktur berkualitas, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan, serta peningkatan kualitas birokrasi yang inovatif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.(adv/wan)














