Home / Advertorial / Kesehatan / Kotabaru

Jumat, 5 September 2025 - 14:42 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Rakor TPPS, Fokus pada Strategi Percepatan Penurunan Stunting

KOTABARU, wasaka.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menggelar rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten di Hotel Grand Surya Kotabaru, Kamis (4/9/). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting di daerah.

Rakor dihadiri jajaran Forkopimda, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. Murdianto, Wakil Ketua TP-PKK Kotabaru Siti Hadijah, kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan lintas sektor terkait. Hadir pula empat narasumber, yaitu Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel Farah Adibah, S.IP., M.Si., Kepala DPPPAPPKB Kotabaru Ir. Sri Sulistiyani, M.PH., Kabid Kesmas Dinkes Kotabaru Arya Nor Abdi, SKM., MM., dan Kabid Sosbud Bapperida Hj. Rakhmawati.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat, angka prevalensi stunting di Kotabaru naik dari 20,1 persen menjadi 23,2 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, sehingga diperlukan langkah strategis melalui aksi konvergensi mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Salah satu upaya yang digulirkan yakni program quick win Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diinisiasi BKKBN, serta penguatan komitmen lintas sektor agar penanganan lebih efektif dan berdampak nyata.

Baca Juga : Pemkab Kotabaru Gelar Pembinaan Akuntasi dan Pelaporan Keuangan

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kotabaru, Drs. Murdianto, yang membacakan sambutan Ketua TPPS Kabupaten Kotabaru Syairi Mukhlis,S.Sos menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan, tantangan masih besar mengingat prevalensi stunting di Kotabaru meningkat menjadi 23,2 persen.

“Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, telah menetapkan enam pilar strategi nasional percepatan penurunan stunting. Pilar-pilar ini mencakup komitmen politik, komunikasi perubahan perilaku, konvergensi program, ketahanan pangan dan gizi, peningkatan kapasitas pengelolaan, serta pemantauan dan evaluasi. Kita harus memastikan seluruh pilar benar-benar terimplementasi di daerah,” ujar Murdianto.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi aksi konvergensi, penguatan peran kecamatan, dan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Bangga Terintegrasi. Program GENTING, menurutnya, perlu didorong sebagai wujud kepedulian sosial nyata dari masyarakat.

Melalui rakor ini, Pemkab Kotabaru berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan cakupan intervensi prioritas. Tujuannya, mewujudkan Kotabaru sebagai kabupaten bebas stunting demi masa depan generasi yang sehat dan cerdas.(adv/rez)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Andi Rudi Latif Pimpin Harkitnas dan HUT Proklamasi Pemerintahan ALRI Divisi 4 : Semangat Kebangkitan Nasional Tak Padam Meski Diguyur Hujan

Advertorial

Pelayanan Paspor di Kantor Imigrasi Batulicin Meningkat Jelang Akhir Tahun
Peringati Hari Pers Nasional (HPN), PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan ikut serta dalam kegiatan donor darah. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Peringati Hari Pers Nasional ke-78, PLN dan PWI Kalteng Gelar Donor Darah

Balangan

Puskesmas Paringin Perkenalkan Inovasi SIM-GIGI dalam Kegiatan Lokmin

Advertorial

Terus Kembangkan Bahan Co-Firing Biomassa, PLN Bersama Kementan Luncurkan Model Pertanian Terpadu

Advertorial

Bupati Kotabaru Hadiri Peringatan Maulid Akbar di Sengayam

Advertorial

Pengurus Flobamora DPD Tanah Bumbu Resmi Dilantik

Advertorial

Paslon AA Baik Siap Wujudkan dan Bangun Kawasan Banjarmasin Baru