Home / Advertorial / PLN UIP3B KALIMANTAN

Selasa, 28 Februari 2023 - 15:13 WIB

PLN Antisipasi Ancaman Padam Akibat Gangguan Transmisi di Jalur SUTT

TAPIN, wasaka.id – PT PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (KSKT) terus melakukan pemeliharaan jalur transmisi listrik di wilayah kerjanya, salah satunya di Kab. Tapin.

Tenaga listrik wilayah Kalselteng bersumber dari Gardu Induk (GI) Asam-asam yang kemudian dialirkan melalui jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV ke daerah perkotaan (Banjarbaru dan Banjarmasin hingga Kalteng) maupun ke daerah banua anam, serta ke daerah pesisir melalui Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru hingga ke Ibukota Negara baru di Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam pengaplikasiannya, jalur row SUTT tersebut tampak ditopang oleh tower yang tingginya sekitar 34 meter dan menjadi penyangga kabel-kabel transmisi bertegangan tinggi.

Baca Juga : Konsisten Dorong Transisi Energi, PLN Raih Penghargaan Internasional The Best Green Loan

Sehingga memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi apabila terdapat gangguan dibawahnya, seperti pohon, bangunan ataupun tower atau antena.

Manager PLN UPT KSKT, Ivan Nur Pratama menjelaskan bahwa ruang bebas dan ruang aman jalur transmisi SUTT 150 kV diatur pada Permen ESDM nomor 13 tahun 2021 dan Standar Nasional Indonesia nomor 04.6918-2002.

“Teknis ruang bebas dan ruang aman SUTT 150 kV tertera pada Permen ESDM dan SNI, sehingga perlu dilakukan pemeliharaan secara berkala agar tidak terjadi pemadaman yang tidak diinginkan”, jelasnya.

Adapun jarak ketinggian bebas minimum berdasarkan kriteria hambatannya yaitu 5 meter untuk kriteria tanaman maupun bangunan yang dihitung mulai dari jarak andongan terendah (kabel) ditengah tower.

Baca Juga : PLN Berikan Diskon Jutaan Rupiah untuk Pemilik Mobil Listrik yang Pasang Home Charging

Kemudian untuk lapangan atau daerah terbuka jarak bebas minimumnya adalah 8,5 meter. Sementara pemancar sinyal seperti antena jaraknya lebih kecil lagi yakni 4 meter.

“Tanaman dan bangunan diatur minimum 5 meter dibawah kabel terendah, lapangan atau daerah terbuka minimum 8,5 meter, sedangkan antena minmal 4 meter, semua itu jelas dinyatakan dalam peraturan tersebut diatas”, jelasnya.

Alasan diaturnya batas-batas minimum tersebut semata untuk memastikan keamanan transmisi bagi masyarakat dan juga berkaitan dengan keamanan lingkungan sekitar. Pasalnya, tegangan tinggi yang dialirkan dapat menimbulkan induksi jika terdapat benda asing yang berada di dalam batas jarak bebas minimum.

Karena alasan keselamatan tersebut, maka PLN gencar melakukan pemeliharaan melalui identifikasi di lapangan secara berkala. Hal tersebut memang sangat signifikan pengaruhnya, khususnya di Kab. Tapin yang merupakan jalur penting dari GI Asam-asam ke banua anam.

Baca Juga : Komisi VI DPR RI Apresiasi PLN Atasi Oversupply melalui Optimasi Kontrak IPP Hingga Rp 47 T

“SUTT di Kab. Tapin ini sangat penting karena jalurnya tenaga listrik bagi masyarakat di banua anam dan bahkan terhubung ke Kalteng, maka perlu kami tangani segera apabila ada hambatan-hambatan yang dapat mengancam penyaluran listrik kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, khusus untuk tanaman tumbuh sebenarnya dapat menyesuaikan dengan jenis tanaman yang tidak terlalu tinggi dan memiliki potensi panen yang lebih cepat, seperti jagung, ubi, sawo atau semacamnya. Sehingga, kedepan tidak berpotensi mengganggu transmisi listrik dibawah jalur SUTT 150 kV.

“Sebenarnya ada banyak macam tanaman yang bisa di tanam dibawah jalur SUTT 150 kV, terutama tanaman yang tidak terlalu tinggi namun masa panennya cepat apabila dibandingkan dengan tanaman tinggi lainnya, diantaranya jagung, ubi atau sawo”, jelasnya.

Terakhir, ia mengajak kepada masyarakat ataupun pihak terkait yang memiliki tanaman atau bangunan dibawah jalur SUTT 150 kV agar dapat bersinergi dengan PLN untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan aliran tenaga listrik di wilayah Provinsi Kalsel. Karena memang listrik saat ini menjadi kebutuhan primer bagi kehidupan manusia baik perkotaan maupun pedesaan.(nas/ Rilis PLN)

Share :

Baca Juga

Atas : Wapres KH. Ma'ruf Amin ketika memberikan sambutan pada acara Anugerah Penghargaan Adipura Tahun 2023 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, 5 Maret 2024. (Foto : Istimewa) Bawah: Bupati Kotabaru H.Sayed Jafar, SH ketika memimpin kegiatan bersih-bersih taman beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

Advertorial

Dibawah Kepemimpinan Bupati Sayed Jafar, Kotabaru kembali Meraih Penghargaan Adipura

Advertorial

Sambut Ramadan, PLN Gagas Program “Care4Others” Di Kalimantan

Advertorial

Sosialisasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender di Tanah Bumbu
Malam Grand Final Festival Putra Putri Parekraf Tahun 2024 di Taman Siring Laut Kotabaru ajang perkenalkan wisata dan budaya yang ada di Kabupaten Kotabaru. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Festival Putra Putri Parekraf Jadi Ajang Promosi Wisata di Kotabaru

Advertorial

Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Kalsel Lakukan Evaluasi Kepengurusan Hingga Tingkat Kecamatan

Advertorial

Soal Putusan PN Jakpus Terkait Penundaan Tahapan Pemilu, Sekretaris Golkar Kalsel: Kami Tetap Fokus Jalankan Konsolidasi

Advertorial

Sinergi dalam Ekosistem Peduli Listrik, PLN Ajak Puluhan Influencer dan Jurnalis Jaga Keandalan Listrik Kalimantan Barat
kegiatan evaluasi kinerja dan perpanjangan masa Kerja tenaga perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). (Foto : Istimewa)

Advertorial

Dinkes Kotabaru Gelar Evaluasi Kinerja Kerja dan Perpanjangan PKWT