BANJARMASIN, wasaka.id – Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki sejak usia dini. Hal ini disampaikan oleh Ellyana Trisya Hasnuryadi saat membuka Seminar Public Speaking Anak dan Remaja di sebuah Hotel Banjarmasin, Minggu (12/4).
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Aku Vs Percaya Diri” tersebut, Ellyana yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan dan Ketua BKOW Kalsel menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan.
“Public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana seseorang bisa menyampaikan ide, memengaruhi, dan menginspirasi orang lain,” ujarnya.
Baca Juga : Ketua YJI Kalsel Ellyana Trisna Hasnuryadi Kunjungi Anak Penyintas Jantung Bawaan
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan pemaparan profil Coach Noor Haida Sopyan. Acara kemudian diisi dengan sambutan dari Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, serta sambutan pembuka dari Ellyana.
Kegiatan juga menghadirkan berbagai sesi interaktif, mulai dari games yang melibatkan peserta dan orang tua, hingga sesi berbagi pengalaman dan tips dari remaja inspiratif. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama.
Dalam pemaparannya, Ellyana menjelaskan tiga alasan utama pentingnya public speaking bagi anak dan remaja. Pertama, kemampuan berbicara merupakan kekuatan yang dimiliki setiap individu untuk dikenal dan memberi pengaruh positif.
Kedua, public speaking mampu meningkatkan rasa percaya diri yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aktivitas, seperti presentasi di sekolah hingga keterlibatan dalam organisasi.
Ketiga, komunikasi yang baik dapat memperluas pergaulan dan membangun relasi yang sehat. Orang yang mampu berkomunikasi dengan baik dinilai lebih mudah dipahami dan dihargai.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan tiga kata sederhana dalam kehidupan sehari-hari, yakni “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” sebagai bentuk sikap santun kepada sesama.
Ellyana pun mendorong para peserta untuk tidak takut berbicara dan tidak khawatir melakukan kesalahan. Menurutnya, latihan yang konsisten menjadi kunci utama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi.
“Jadikan setiap kesempatan berbicara sebagai langkah untuk menjadi versi terbaik dari diri kalian,” pungkasnya.(ran)














