BATULICIN, wasaka.id – Dalam rangka memperkuat pelaksanaan program kerja serta meningkatkan koordinasi lintas sektor, Puskesmas Teluk Kepayang menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektoral Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (30/3) di Aula Puskesmas Teluk Kepayang.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat sinergi antarinstansi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teluk Kepayang.
Lokakarya ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Hj. Narni, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Andi Arman Rikki, serta perwakilan dari kecamatan, desa, dan berbagai instansi terkait lainnya.
Kepala Puskesmas Teluk Kepayang, Noralisa, dalam paparannya menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa capaian program tahun 2025 yang perlu ditingkatkan dan akan menjadi fokus prioritas pada tahun 2026.
Ia mengungkapkan, terdapat tiga jenis layanan yang belum mencapai target, yakni pelayanan kesehatan remaja, pelayanan kesehatan ibu hamil, dan pelayanan kesehatan balita.
Baca Juga : Pemkab Tanah Bumbu Umumkan Pemenang Lomba Desain Logo Hari Jadi ke-23, Iswadi Rauf Raih Nilai Tertinggi
Pada pelayanan kesehatan remaja, rendahnya capaian disebabkan oleh kurangnya minat remaja yang tidak bersekolah untuk memanfaatkan layanan kesehatan. Sementara itu, remaja yang masih bersekolah dinilai telah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.
Untuk pelayanan kesehatan ibu hamil, kendala yang dihadapi antara lain tingginya mobilitas ibu hamil yang bekerja di wilayah perusahaan, sehingga pemeriksaan kehamilan tidak dapat memenuhi standar minimal, yaitu dua kali pemeriksaan oleh dokter menggunakan USG dan empat kali pemeriksaan oleh bidan.
Selain itu, masih adanya kasus pernikahan dini juga menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya capaian pelayanan. Kondisi ini menyebabkan target belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Sementara itu, pada pelayanan kesehatan balita, masih ditemukan balita yang tidak rutin datang ke posyandu setelah imunisasi. Padahal, pemantauan pertumbuhan seharusnya dilakukan secara berkala melalui penimbangan sebanyak delapan kali pada usia 0-11 bulan dan usia 12-59 bulan.
Standar pelayanan balita yang harus dipenuhi meliputi penimbangan delapan kali, pemberian vitamin A merah sebanyak dua kali, vitamin A biru satu kali untuk bayi, pengukuran SDIDTK dua kali dalam setahun, imunisasi dasar lengkap, serta penanganan balita sakit sesuai standar.
“Hal ini telah kami evaluasi, dan ke depan akan terus kami tingkatkan agar capaian pelayanan kesehatan dapat lebih optimal,” ujar Noralisa.
Baca Juga : Perkuat Jejaring Ekonomi Nasional, Bupati Andi Rudi Latif Ikuti PSBM XXVI
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga membahas prioritas implementasi program kesehatan berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, turut disusun Rencana Usulan Kegiatan (RUK) Tahun 2027 sebagai bagian dari perencanaan program jangka menengah.
Puskesmas Teluk Kepayang juga mensosialisasikan berbagai jenis layanan kesehatan yang tersedia guna meningkatkan pemahaman lintas sektor. Tak hanya itu, disampaikan pula Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Tahun 2026 sebagai pedoman dalam pelaksanaan program kesehatan sepanjang tahun berjalan.
Melalui lokakarya mini lintas sektoral ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Puskesmas dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat berjalan secara optimal, efektif, dan berkelanjutan.(adv/zai)














