Solo, wasaka.id – Capaian luar biasa sekaligus mengharumkan nama Banua Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), kembali tercetus di panggung nasional.
Sahriadi, seorang atlet renang difabel asal Desa Marias, Kecamatan Juai, berhasil meraih medali emas di cabang renang kelas S6 pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo, Jawa Tengah.
Capaian ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi Kalsel, khususnya Kabupaten Balangan, yang terus menorehkan prestasi di kancah olahraga nasional.
Sahriadi menampilkan performa gemilang di kolam renang, berjuang dengan semangat pantang menyerah melawan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kemenangan ini tak hanya membuktikan ketangguhan fisik, tapi juga mental baja yang dimiliki Sahriadi. Melalui kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang tak kenal lelah, Sahriadi berhasil mengukuhkan dirinya di puncak podium, mengalahkan lawan-lawannya dan mengamankan posisi teratas di kelas S6.
Medali emas ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga simbol kebanggaan besar bagi Kabupaten Balangan. Setelah sebelumnya dua atlet bulutangkis asal Balangan, Haidi dan Marboeng, meraih medali perak di cabang bulutangkis beregu putra.
Kini Sahriadi menambah koleksi prestasi luar biasa dengan emas, mempertegas dominasi atlet Balangan di Peparnas XVII. Sahriadi telah mengangkat derajat Banua di tingkat nasional, membawa kebanggaan yang tak ternilai bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.
Selain kerja keras yang tak terukur dari Sahriadi, peran Ferry Kustono, dokter asal Kabupaten Balangan yang selalu mendampingi para atlet, tak bisa dilupakan. Ferry memberikan dukungan medis dan motivasi yang sangat penting bagi para atlet, termasuk Sahriadi, untuk menjaga performa puncak dan menghadapi tekanan kompetisi di tingkat nasional.
Keberhasilan Sahriadi ini disambut dengan penuh sukacita oleh Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun.
“Apa yang dilakukan Sahriadi adalah cerminan dari semangat yang tak mengenal batas. Kemenangan ini luar biasa, dan kami semua sangat bangga atas pencapaian yang ia raih,” ujar Senny.
Baca Juga : Dua Atlet Kabupaten Balangan Persembahkan Medali Perak di Peparnas XVII Solo 2024
Dengan keikutsertaan 35 provinsi dan lebih dari 4.000 atlet difabel di Peparnas XVII Solo 2024, persaingan di ajang ini sangat ketat.
Namun, Sahriadi mampu menunjukkan ketangguhannya, mengharumkan nama Banua, dan mempertegas bahwa atlet dari Kabupaten Balangan memiliki potensi luar biasa untuk berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Kemenangan Sahriadi di Peparnas kali ini bukan hanya sebuah medali emas, melainkan sebuah simbol kemenangan semangat dan ketekunan yang menginspirasi banyak orang, khususnya komunitas difabel.
Sahriadi telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, dukungan, dan keyakinan, tidak ada yang mustahil untuk dicapai. Prestasinya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik, untuk bermimpi lebih tinggi dan membawa kebanggaan bagi daerah mereka.
Medali emas ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Balangan, melalui atlet-atletnya, akan terus mengukir sejarah dan menginspirasi Indonesia.(jaw)














