Home / Advertorial / Banjarmasin / Berita Terkini / Bisnis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 19:47 WIB

Seminar Kewirausahaan Panti Asuhan: Arifin Noor Dorong Panti Asuhan se Kal-Sel Mandiri dengan Usaha Berbasis Lokal

BANJARMASIN, wasaka.id – Upaya mendorong ketahanan ekonomi mandiri di sektor lembaga kesejahteraan sosial, Ikatan Keluarga Pengurus Panti Indonesia (IKAPPI) Kalsel menggelar Seminar Kewirausahaan bertemakan “Membangun Amal Usaha Agar Panti Asuhan Mandiri”.

Kegiatan seminar yang dilaksanakan di salah satu hotel di Banjarmasin ini dibuka Wakil Walikota Banjarmasin, Arifin Noor.

Arifin menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini sebagai gagasan dan petuah inspiratif untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis lokal yang diikuti oleh seluruh lembaga kesejahteraan sosial (LKS) Panti Asuhan yang ada di Kalsel.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber handal yang memberikan wawasan terkait pengelolaan usaha mandiri.

“Seminar ini sangat penting karena bertujuan menjadikan panti asuhan di Kalimantan Selatan mandiri melalui kewirausahaan,” ucapnya, Sabtu (14/12/2024).

“Kami berharap usaha-usaha kreatif seperti beternak itik di Amuntai dapat menjadi contoh yang dapat direplikasi,” sambungnya.

Arifin pun menekankan bahwa kewirausahaan tidak harus dimulai dengan modal yang besar, tetapi membutuhkan kreativitas, kualitas produk, dan konsistensi.

Hal itu sebagai salah satu ide sederhana yang dia sampaikan adalah berjualan makanan lokal dengan cita rasa unggulan.

“Misalnya, membuka satu outlet saja seperti gerobak pentol yang enak dan nyaman. Jika dikelola dengan baik, satu gerobak bisa menghasilkan pendapatan harian Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Kuncinya adalah rasa yang lezat dan kenyamanan pelanggan,” jelasnya.

Baca Juga : Arifin-Akbari Komitmen Akan Teruskan Insentif dan Latih Kewirausahaan Ustadz-Ustadzah di Banjarmasin

Ia juga mencontohkan usaha kuliner khas daerah seperti Ketupat Kandangan atau Paliat Tabalong yang memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan standar cita rasa tinggi.

Bahkan menurutnya usaha kecil semacam itu bisa mendatangkan keuntungan hingga 3 juta rupiah per bulan.

Selain itu, Arifin juga menyebutkan contoh sukses amal usaha Aisyiyah’ Muhammadiyah dengan produk kuliner seperti Jukung Julak yang menyajikan Soto Banjar berkualitas premium.

“Kita perlu mengangkat potensi lokal. Pelanggan tidak akan ragu membayar lebih mahal untuk rasa yang memuaskan,” bebernya.

“Saya harap ide-ide ini dapat memotivasi para pengelola panti asuhan untuk menciptakan usaha yang berdaya saing tinggi, sehingga panti asuhan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada donasi,” tambahnya.

Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan paradigma pengelolaan panti asuhan dari hanya mengandalkan bantuan menjadi entitas lembaga yang produktif dan mandiri secara ekonomi.

Dengan kewirausahaan berbasis komunitas dan potensi lokal, panti asuhan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak yang diasuh sekaligus berkontribusi pada perekonomian daerah.

“Mari kita buktikan bahwa panti asuhan juga bisa menjadi pelopor kewirausahaan kreatif dan inspiratif di Kalsel,” tandasnya.(bon)

Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Gelar Rakerprov, FPTI Kalsel Siapkan Program Tahun 2026

Advertorial

Pengembangan Biomassa PLN di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

Advertorial

Wakil Ketua dan Anggota DPRD Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kotabaru

Banjarmasin

Wagub Kalsel Pantau Bandara Syamsudin Noor: Pastikan Arus Mudik Berjalan Lancar

Advertorial

Roadbike Bupati Kotabaru 2023 Diikuti Peserta Hingga Pulau Jawa

Advertorial

Tabligh Akbar Semarakkan Hari Jadi ke-47 Desa Mantewe, Pemerintah Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga

Advertorial

Sebanyak 800 Guru Madrasah Mengikuti Seminar Nasional

Advertorial

Pemkab Kotabaru Hadiri Buka Puasa Bersama Prajurit Yonif TP 884/Sa-ijaan