BANJARMASIN, wasaka.id – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasnuryadi Sulaiman, menghadiri peringatan haul ke-2 ulama kharismatik KH Syaifuddin Dzuhri yang dikenal dengan sebutan Abah Guru Banjar Indah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Majlis Taklim Bani Ismail, Jalan Kayu Kuku Ujung, Kompleks Banjar Indah Permai, Pemurus Dalam, Banjarmasin, Senin (16/3).
Dalam kesempatan itu, Hasnuryadi mengajak para jemaah yang hadir untuk terus mendoakan almarhum sekaligus meneladani ajaran-ajaran yang beliau sampaikan semasa hidup.
“Semoga kita semua yang hadir dapat terus mendoakan beliau,” ujarnya.
Ia juga mengajak para jemaah untuk bisa meneladani Guru Banjar Indah dan terus mengamalkannya selama hidup di dunia.
“Mudah-mudahan kita juga mampu meneladani jejak langkah serta mengamalkan ajaran-ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Baca Juga : Hasnur Group kembali Salurkan Bantuan untuk Ponpes RAKHA Amuntai, Perwakilan Sampaikan Ucapan Terima Kasih
Diketahui, peringatan haul Abah Guru Banjar Indah ke-2 dilaksanakan untuk keluarga dan berlangsung khidmat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan syair-syair shalawat, tahlil serta zikir yang dimulai sekitar pukul 16.30 Wita, setelah pelaksanaan shalat Ashar.
Abah Guru Banjar Indah wafat pada Ahad, 27 Ramadhan 1445 Hijriah atau 7 April 2024 dalam usia 71 tahun. Beliau meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Kompleks Citra Km 17, Kabupaten Banjar Regency.
Ulama yang lahir pada 20 Oktober 1952 di Dalam Pagar, Martapura itu dikenal sebagai sosok pendakwah yang istiqamah dalam membina umat melalui majelis taklim.
Pengajian yang beliau pimpin di Banjar Indah rutin dilaksanakan setiap malam Jumat setelah shalat Isya, beserta Sabtu pagi khusus untuk jemaah perempuan.
Dalam perjalanan menuntut ilmu, KH Syaifuddin Dzuhri merupakan murid dari ulama besar Kalimantan Selatan, yakni KH Zaini Abdul Ghani yang dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul, serta KH Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjary atau Guru Bangil.
Pendidikan formal terakhir beliau ditempuh di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) di Banjarbaru.(ran)














