MARTAPURA, wasaka.id – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman bersama istri, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, berjalan kaki menerabas air sejauh lebih dari tiga kilometer demi menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Gudang Hirang (Sungai Madang), Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (7/1) sore.
Bantuan yang dipusatkan di halaman Langgar Darulmuslimin RT 08, menjadi titik berkumpul warga terdampak. Di tempat tersebut, Wagub tak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyapa, mendengar aspirasi warga.
Hasnuryadi dan Ketua BKOW Kalsel itu bercengkrama dengan warga, menyapa satu per satu, bahkan melontarkan candaan ringan kepada anak-anak. Tawa kecil pun pecah, sejenak mengusir lelah dan kekhawatiran lebih dari 100 kepala keluarga yang terdampak.
Didampingi sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, UPZ “Bakti Bersama” Hasnur Group, IKAPTK Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur, serta Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Gusti Iskandar, Wagub memastikan bantuan tersalurkan hingga ke warga yang paling membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket sembako dari UPZ Hasnur Group dan Yayasan Hasnur Centre, bantuan dari IKAPTK Kalsel dan Dispora Kalsel, obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kalsel, serta kebutuhan darurat lainnya yang disalurkan PMI bersama Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel.
Di sela kegiatan, Hasnuryadi menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat bencana.
“Sesuai arahan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, pemerintah harus selalu bersama masyarakat. Kami ingin melihat langsung kondisi warga dan menyampaikan bantuan. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga terkait wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh bantuan, Wagub mengajak semua pihak untuk mengedepankan semangat gotong royong.
“Kita tidak saling menyalahkan, tapi mencari solusi. Masyarakat membutuhkan kita sekarang. Mari bahu-membahu, siapa pun yang berlebih, mari berbagi,” tegasnya.
Alasan memilih berjalan kaki pun disampaikan secara terbuka. Menurut Hasnuryadi, keputusan tersebut diambil agar ia bisa merasakan langsung kesulitan warga akibat keterbatasan akses.
“Transportasi sebenarnya ada, tapi kami memilih berjalan kaki. Kami ingin merasakan apa yang dirasakan warga dan bisa berinteraksi langsung. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar terbaik dengan niat ibadah,” katanya.
Baca Juga : Didampingi Punggawa Barito Putera, Hasnuryadi Salurkan Bantuan Banjir di Gudang Tengah
Sementara itu, Ketua RT 08 Desa Gudang Hirang Sungai Madang, Sarkawi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.
“Kondisi ini sudah sekitar 10 hari. Sebelumnya belum ada bantuan yang masuk. Kami sangat berterima kasih,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ainun, salah satu warga terdampak. Ia berharap bantuan terus berlanjut dan pemerintah memperhatikan kondisi infrastruktur desa.
“Kalau bisa jalan ini diaspal, supaya anak-anak sekolah yang lewat lebih nyaman,” harapnya.
Menurut warga, banjir kali ini lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata ketinggian air mencapai paha orang dewasa dan dinilai lebih dalam dibanding banjir pada 2021 lalu.
“Ini lebih dalam dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.(ran)















