Home / Banjarmasin / Barito Putera / Religi

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:22 WIB

Kenangan Guru Zuhdi dan Barito Putera: Main Bola itu Bukan Hanya Soal Fisik, Tapi Hati

BANJARMASIN, wasaka.id – Kenangan kedekatan almarhum KH Ahmad Zuhdiannor atau yang akrab disapa Guru Zuhdi bukan hanya sebagai ulama kharismatik di Kalimantan Selatan (Kalsel). Guru Zuhdi juga memiliki kedekatan emosional dengan klub kebanggaan Banua, Barito Putera yang berjuluk Laskar Antasari.

Klub Barito Putera bukan sekadar klub sepak bola, tapi adalah simbol kebanggaan daerah. Di antara perjalanan panjang klub tersebut, ada peran doa dan nasihat seorang ulama yang menjadi panutan.

Semasa hidupnya, Guru Zuhdi beberapa kali menerima kunjungan manajemen, pemain, hingga official Barito Putera sebagai dewan penasehat klub. Silaturahmi itu berlangsung sederhana namun penuh makna.

Tidak ada protokoler berlebihan, hanya pertemuan yang diisi dengan doa, nasihat, dan harapan agar tim kebanggaan Banua itu selalu diberi kekuatan dan keselamatan.

Dalam berbagai kesempatan, Guru Zuhdi mengingatkan pentingnya menjaga niat dan akhlak dalam setiap pertandingan.

Menurut beliau, kemenangan sejati bukan hanya soal skor di papan hasil, tetapi bagaimana para pemain menjaga sportivitas, kekompakan, dan nama baik daerah.

“Main bola itu bukan hanya soal fisik, tapi juga hati,” begitu pesan yang kerap disampaikan kepada para pemain, sebagaimana dikenang oleh Owner Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman.

Baca Juga : Bergabung di Barito Putera Roni Sugeng Diharapkan Perkuat Lini Tengah

Ia juga berpesan kepada para pemain untuk selalu rendah hati dan tidak sombong serta perbanyak untuk bersyukur.

Menurutnya, doa dari Guru Zuhdi menjadi suntikan semangat tersendiri. Terlebih saat Barito Putera menghadapi masa-masa sulit di kompetisi.

Tekanan suporter, ketatnya persaingan, hingga ancaman degradasi kerap menjadi ujian mental. Di situlah nilai-nilai religius menjadi penguat.

Kedekatan ini juga mencerminkan karakter masyarakat Banua yang religius. Sepak bola dan nilai keagamaan berjalan beriringan.

Barito Putera tumbuh dari dukungan moral masyarakat dan para ulama menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan klub.

Bahkan bagi suporter, sosok Guru Zuhdi bukan hanya ulama, tetapi figur yang mendoakan kebanggaan mereka. Ada kebanggaan tersendiri ketika Laskar Antasari mendapat doa dari tokoh yang begitu dihormati.

Setelah wafatnya Guru Zuhdi, kenangan itu tetap hidup. Setiap kali Barito Putera bertanding, tak sedikit yang mengenang doa-doa beliau. Spirit yang ditanamkan tentang pentingnya akhlak, persaudaraan, dan kebersamaan masih terasa relevan hingga kini.

Kedekatan antara Guru Zuhdi dengan Hasnuryadi Sulaiman dan Barito Putera menjadi bukti bahwa sepak bola lebih dari sekadar olahraga. Tapi adalah ruang kebersamaan, identitas daerah, dan bahkan ladang nilai-nilai moral.

Dan hingga kini, banyak yang percaya, jejak doa itu masih mengiringi setiap langkah Barito Putera di kancah sepak bola nasional dan sepak bola sebagai alat pemersatu.(ran)

Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Momen Idul Fitri Keuskupan Banjarmasin Rajut Persaudaraan Antar Umar Beragama Bersama Keluarga Besar Hasnur Group

Banjarmasin

Nobatkan Putra Putri Sasirangan 2024, Muda Mudi Banjarmasin Kian Bangga Budaya Lokal

Banjarmasin

Pasokan Listrik Jelang Idul Fitri ke Warga Kalimantan Aman, Menteri Bahlil: Tak Ada Persoalan

Religi

Bapera Banjarmasin Gelar Buka Puasa Bersama dengan Anak Yatim dan Dhuafa
Calon anggota DPR RI, H Hasnuryadi Sulaiman membersihkan sejumlah APK sehari sebelum masuk masa tenang Pemilu 2024. (Foto : Istimewa)

Banjarmasin

Bang Hasnur Turun Langsung Bersihan APK Sebagai Bentuk Tanggung Jawab

Banjarmasin

Bidang Pengabdian Sosial Golkar Kalsel Tebar Keberkahan Melalui Pembagian Takjil di Bulan Ramadan

Advertorial

Diskominfotik Banjarmasin Ajak Media Berkolaborasi Siarkan Informasi

Barito Putera

Barito Putera Tekuk PS Sleman 3-1