BALIKPAPAN, wasaka.id – Memaknai Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UP2B Kaltimra) memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Nilai gotong royong dan tanggung jawab diwujudkan melalui kesiapan personel, pengelolaan operasi sistem, serta pemeliharaan fasilitas pendukung agar pasokan listrik tetap terjaga bagi masyarakat.
Sebagai unit yang bertugas mengatur dan mengendalikan operasi sistem tenaga listrik, UP2B Kaltimra memantau kondisi jaringan, gardu induk, dan pembangkit secara real time. Parameter frekuensi, tegangan, serta beban sistem menjadi acuan dispatcher dalam menentukan langkah operasi sesuai kondisi sistem.
Kesiapan operasi tersebut didukung pemeliharaan fasilitas telekomunikasi di GI Manggarsari dan GI New Balikpapan oleh tim Pemeliharaan Fasilitas Operasi Telekomunikasi UP2B Kaltimra. Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga keandalan sarana komunikasi yang menjadi bagian penting dalam pemantauan dan koordinasi operasi sistem tenaga listrik.
Tidak hanya mengandalkan kesiapan fasilitas, UP2B Kaltimra juga terus memperkuat koordinasi antarunit PLN, meningkatkan kompetensi personel, serta mengevaluasi pola operasi. Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap perubahan kondisi sistem dapat direspons secara cepat, aman, dan terukur.
Baca Juga: Budaya Kerja Sehat PLN UIP3B Kalimantan Raih Pengakuan Nasional di Lestari Awards 2026
Manager UP2B Kaltimra, Dita Agustiono, menjelaskan bahwa pengoperasian sistem tenaga listrik membutuhkan ketepatan pengambilan keputusan dan koordinasi yang kuat antarpetugas maupun antarunit.
“Dalam pengoperasian sistem tenaga listrik, setiap keputusan memiliki dampak terhadap sistem secara keseluruhan. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dan kesiapan personel agar setiap kondisi dapat direspons dengan cepat dan tepat. Semangat bekerja bersama inilah yang menjadi bagian penting dalam menjaga sistem tetap stabil dan layanan listrik tetap dapat dirasakan masyarakat,” ujar Dita.
Menurut Dita, kesiapan tersebut tidak hanya dibangun ketika terjadi gangguan, tetapi melalui pemantauan, pemeliharaan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Menjaga sistem bukan pekerjaan satu orang atau satu unit. Ada banyak peran yang saling terhubung, mulai dari petugas operasi, pemeliharaan, hingga unit-unit PLN lainnya. Dengan bekerja bersama dan menjalankan tanggung jawab masing-masing, kami dapat menjaga sistem tetap siap menghadapi berbagai kondisi,” tambah Dita.
Baca Juga: PLN UIP3B Kalimantan Raih Tiga Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards 2026
Semangat tersebut sejalan dengan nilai gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam menjaga sistem kelistrikan, kolaborasi antarinsan PLN menjadi salah satu bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan energi tetap tersedia dan mendukung aktivitas masyarakat.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, mengatakan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk menguatkan kembali semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong tetap relevan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Di PLN, semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antarunit dan kesiapan setiap insan dalam menjalankan tanggung jawabnya. Ketika setiap bagian bekerja bersama, kita dapat menjaga sistem kelistrikan tetap andal untuk mendukung masyarakat dan aktivitas ekonomi,” tutur Riko.
Melalui penguatan koordinasi, kesiapan personel, dan pemeliharaan fasilitas operasi, PLN UP2B Kaltimra terus menjaga sistem kelistrikan agar tetap siap menghadapi berbagai kondisi. Di momentum Hari Kesaktian Pancasila, semangat gotong royong diwujudkan melalui kerja bersama dan tanggung jawab setiap insan PLN dalam menjaga energi bagi masyarakat.(adv/zai)













