MUARA TEWEH, wasaka.id — Kerusakan pada salah satu komponen jaringan transmisi membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Muara Teweh bergerak cepat mengganti isolator fasa R pada Tower 40 jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Muara Teweh–Puruk Cahu, Kecamatan Teweh Tengah.
Penggantian dilakukan setelah hasil pemantauan menemukan kerusakan pada isolator tersebut. Tindak lanjut ini menjadi bagian dari upaya PLN mengantisipasi potensi gangguan pada jaringan transmisi sekaligus menjaga kesiapan infrastruktur yang menyalurkan listrik bagi masyarakat di wilayah Muara Teweh, Puruk Cahu, dan sekitarnya.
Manager ULTG Muara Teweh, Mochamad Farid Mustofa, menjelaskan bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh tim pemeliharaan dengan mengutamakan ketepatan penanganan serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Ketika ditemukan kerusakan pada isolator fasa R di Tower 40, kami segera menindaklanjutinya melalui pekerjaan penggantian. Dalam pelaksanaannya, tim memastikan setiap tahapan mengikuti prosedur teknis dan ketentuan keselamatan kerja. Respons yang tepat terhadap kondisi aset menjadi penting untuk mengantisipasi potensi gangguan pada jaringan transmisi,” ujar Farid.
Baca Juga : HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Manager Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, Eko Prasetyo, menegaskan bahwa respons cepat di lapangan perlu didukung pemantauan aset secara konsisten. Dengan begitu, kondisi yang berpotensi memengaruhi kinerja jaringan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
“Pemeliharaan transmisi bukan hanya tentang memperbaiki komponen yang mengalami kerusakan, tetapi juga memastikan setiap aset berada dalam kondisi yang siap mendukung penyaluran listrik. Karena itu, hasil pemantauan harus ditindaklanjuti secara tepat dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan,” kata Eko.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menekankan bahwa kesiapan jaringan transmisi merupakan bagian penting dari tanggung jawab PLN dalam mendukung aktivitas masyarakat. Upaya pemeliharaan yang dilakukan secara terencana dan responsif menjadi salah satu cara PLN menjaga infrastruktur penyaluran listrik agar tetap siap menjalankan fungsinya.
“Di balik listrik yang digunakan masyarakat setiap hari, ada upaya pemantauan, pemeliharaan, dan pengelolaan aset yang harus dilakukan secara konsisten. Kami ingin setiap temuan di lapangan ditangani dengan tepat karena kesiapan infrastruktur ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Riko.
Melalui pemantauan dan tindak lanjut pemeliharaan secara berkelanjutan, PLN terus menjaga kesiapan jaringan transmisi di Kalimantan Tengah agar dapat mendukung kebutuhan listrik masyarakat.(adv/zai)













