BANDA ACEH, wasaka.id – Drama adu penalti harus mengakhiri laga Tim PON Sepakbola Kalimantan Selatan (Kalsel) saat bertanding melawan Tim PON Papua Pegunungan di Stadion H Dirmuthala, Aceh, Jumat (13/9).
Sejak menit awal hingga wasit menghentikan pertandingan babak ke 2, kedudukan 1-1 tak berubah hingga harus dilakukan perpanjangan Waktu. Skor 1-1 tetap bertahan hingga pemenang harus ditentukan dengan adu penalti.
Sebelumnnya, Tim asuhan Yunan Helmi ini berhasil unggul di menit ke-15 melalui sontekan pemain bernomor punggung 9, M Said.
Hingga babak pertama turun minum, skor sementara 1-0 kemenangan untuk tim Kalsel.
Memasuki babak kedua tim Papua Pegunungan mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu, dan mendominasi permainan. Sehingga tecipta gol untuk tim asuhan Rocky Putirai, melalui kaki M Bahari di menit ke-59.
Berhasil menyamakan kedudukan, Papua Pegunungan semakin percaya diri untuk menyerang pertahanan Kalsel.
Pelatih Kalsel melihat timnya mulai kelelahan mulai mengganti sejumlah pemain, begitu juga Papua Pegunungan yang ingin meningkatkan serangan melakukan penggantian pemain.
Jelang berakhirnya babak kedua, kedua tim saling jual beli serangan untuk mencetak gol, tapi gol yang ditunggu tak kunjung datang.
Hingga babak kedua berakhir skor masih imbang 1-1 dan pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2 x 15 menit untuk mencari pemenang dalam pertandingan.
Hingga babak tambahan kedua tim tak mampu menambah gol dan pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti.
Lima penendang Kalsel berhasil menunaikan tugas mereka, sementara satu penendang Papua Pegunungan Masya Yulius digagalkan kiper tim Kalsel, Muhajir.
Hasil ini pun membuat Tim Kalsel, berhak mengambil satu tiket ke semifinal dan menjadikan catatan sejarah baru untuk tim kebanggan masyarakat Banua.(ran)














