BANJARMASIN, wasaka.id – Malam puncak Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-498 tahun berlangsung meriah dan dihadiri oleh ratusan warga Banjarmasin. Acara tersebut juga dimeriahkan Aldi Taher dan Ifan Seventeen di Siring Balaikota Banjarmasin, Sabtu (21/9).
Kegiatan tersebut ditutup oleh dua pemimpin kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Arifin Noor istri, Siti Wasilah dan Hardiyanti. Juga turut hadir Wakil Gubernur Kalsel, Muhidin didampingi Wakil Ketua PKK Kalsel, Fathul Jannah, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman didampingi Ketua DWP Kota Banjarmasin, Rusdiati, Forkopimda, Sejumlah Kepala SKPD beserta jajaran terkait.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota Banjarmasin selama ini.
“Terima kasih banyak sudah menjadi bagian dari kota Banjarmasin, denyut nadi kehidupan di 498 tahun ini. Luar biasa, kota kita sudah sangat maju dan berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa,” ujarnya.
Baca Juga : Kemeriahan Gemerlap Karnaval Nusantara di Harjad ke 498 Kota Banjarmasin, Tutup Rangkaian Kongres VI JKPI
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan kota. Menurutnya, setiap sudut kota Banjarmasin merupakan ruang budaya, kreativitas, partisipasi, dan kolaborasi yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Keberlanjutan pembangunan inilah yang membuat kota kita bisa berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.
Ibnu pun memberi contoh konkret dari keberlanjutan pembangunan tersebut, salah satunya adalah kawasan Menara Pandang, ikon kebanggaan kota.
Lanjut, ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut direncanakan sejak era almarhum Sopian Arfan, mulai dikerjakan di masa almarhum Yudi Wahyuni, kemudian diperluas oleh Muhidin, dilanjutkan Ibnu Sina-Hermansyah dan akhirnya disempurnakan oleh Ibnu Sina-Arifin Noor.
“Ini adalah bukti bahwa keberlanjutan pembangunan menjadi modal dasar kita,” bebernya.
Ibnu Sina juga mengumumkan bahwa ini adalah momen terakhir dirinya berdiri sebagai Walikota Banjarmasin di peringatan Hari Jadi kota tersebut.
“Tahun 2025 akan terpilih Walikota yang baru. Oleh karena itu, saya mohon pamit dan terima kasih sudah menjadi bagian dari kota Banjarmasin. Tahun depan, saya tidak berdiri di sini sebagai Walikota, tetapi sebagai warga biasa, sama seperti anda semua,” tuturnya.
Baca Juga : Ziarah dan Rapat Paripurna, Sambut Hari Jadi Banjarmasin ke-498 dengan Semangat Kebersamaan
Di kesempatan yang sama, Ibnu juga menerima penghargaan dari Paguyuban Komunitas UMKM sebagai bentuk apresiasi atas program-program yang telah digagas pemerintah kota sekaligus didaulat menjadi Abah UMKM Kota Banjarmasin.
“Dari paguyuban komunitas UMKM, ada apresiasi untuk upaya yang sudah kita lakukan, terutama Program Wirausaha Baru berbasis UMKM. Program ini telah membantu banyak UMKM yang kini sudah menerima bantuan, seperti program Bahuma Bausaha tanpa bunga, program Kauli Inkubator, dan lainnya,” ungkapnya.
Ibnu Sina menyampaikan harapannya agar semua program yang telah sukses dijalankan tetap diteruskan oleh kepemimpinan yang akan datang.
“Keberlanjutan pembangunan adalah sebuah kepercayaan. Ini bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga untuk 10, 20, hingga 30 tahun ke depan,” terangnya.
Terakhir, ia juga memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh inspiratif yang telah berkontribusi terhadap kemajuan kota Banjarmasin.
“Ini adalah apresiasi kepada tokoh-tokoh masyarakat yang telah berperan, mulai dari sektor UMKM, lingkungan, hingga pelestarian kesenian tradisional dan olahraga,” pungkasnya.(zai)














