Solo, wasaka.id – Kabupaten Balangan kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo.
Kali ini, M. Ridha Anwar, atlet balap kursi roda 200 meter kelas T54 asal Desa Kusambi, Kecamatan Lampihong, berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Keberhasilan ini memperkuat posisi Kabupaten Balangan sebagai salah satu daerah penghasil atlet difabel berbakat di tingkat nasional.
Ridha Anwar bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia dalam kategori balap kursi roda kelas T54. Persaingan yang sengit tidak membuatnya goyah, justru tekad kuat dan disiplin tinggi membuat Ridha tampil percaya diri hingga mampu menyabet medali perunggu.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi mampu mengatasi keterbatasan dan meraih prestasi.
Selain prestasi Ridha, atlet-atlet difabel asal Balangan lainnya juga telah mengukir pencapaian yang gemilang di Peparnas XVII Solo.
Sahriadi dari Desa Marias, Kecamatan Juai, sukses menyumbangkan medali emas di cabang olahraga renang, sementara Haidi dan Marboeng berhasil meraih medali perak dalam bulutangkis beregu putra.
Kesuksesan para atlet ini menunjukkan komitmen Balangan dalam memperkuat kontingen Kalimantan Selatan.
Prestasi Ridha Anwar tak lepas dari dukungan penuh dari Ferry Kustono, seorang dokter asal Balangan yang selalu mendampingi para atlet difabel selama proses latihan hingga pertandingan. Dedikasi Ferry dalam menjaga kesehatan dan mental para atlet berperan penting dalam menjaga performa mereka di lapangan.
“Saya merasa sangat bersyukur bisa membawa pulang medali perunggu ini. Ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan dukungan yang tak henti-hentinya dari keluarga dan teman-teman di Balangan serta seluruh Kalimantan Selatan. Saya berkomitmen untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik ke depannya,” ungkap Ridha dengan penuh semangat.
Baca Juga : Sahriadi, Atlet Renang Asal Balangan Raih Medali Emas di Peparnas XVII Solo 2024
Peparnas XVII Solo 2024 diikuti oleh 35 provinsi dan lebih dari 4.000 atlet dan ofisial, mempertandingkan 20 cabang olahraga, termasuk balap kursi roda, renang, bulutangkis, dan banyak lagi.
Kemenangan Ridha Anwar di kelas T54 menjadi inspirasi bagi atlet difabel lainnya di seluruh Kalimantan Selatan, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional.
Prestasi Ridha Anwar tidak hanya membanggakan Kabupaten Balangan, tetapi juga memberikan motivasi dan inspirasi bagi komunitas difabel di seluruh Indonesia. Ia menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat juang, dedikasi, dan dukungan yang kuat, setiap keterbatasan bisa diatasi, dan mimpi bisa menjadi kenyataan.(jaw)














