Home / Advertorial / Kotabaru

Minggu, 27 Agustus 2023 - 16:57 WIB

Festival Kantir Race dan Upacara Malasuang Manu Budaya Lokal yang Harus Dilestarikan

Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar membuka Festival Katir Race dan upacara adat Malasuang Manu di Pantai Desa Teluk Aru Kecamatan Pulaulaut Kepulauan. (Foto : Istimewa)

Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar membuka Festival Katir Race dan upacara adat Malasuang Manu di Pantai Desa Teluk Aru Kecamatan Pulaulaut Kepulauan. (Foto : Istimewa)

KOTABARU, wasaka.id – Festival Katir Race dan upacara adat Malasuang Manu di Pantai Desa Teluk Aru, Kecamatan Pulaulaut Kepulauan upaya nyata dalam melestarikan, mengembangkan dan juga mempromosikan pariwisata serta budaya lokal yang ada di Kabupaten Kotabaru.

Festival Katir Race dan upacara adat Malasuang Manu resmi dibuka oleh Bupati Kotabaru, Sayed Jafar disampingi sejumlah pejabat lingkup Kabupaten Kotabaru, Minggu (27/8/2023).

“Saya berharap untuk semu pihak dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan festival kali ini, sebagai wujud dan komitmen bersama untuk memajukan sektor pariwisata,” ungkap Bupati Kotabaru, Sayed Jafar.

Juga disampaikan Sayed Jafar, melalui kegiatan ini, tradisi adat istiadat dan seni budaya merupakan kekayaan yang harus dijaga dan syukuri dan menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas antar masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh jajaran kecamatan serta panitia yang sudah melaksanakan kegiatan adat ini, walaupun ditahun ini baru di adakan kembali, karena sudah empat tahun pesta adat masyarakat teluk Aru tidak dilaksanakan,” jelasnya.

“Kegiatan seperti ini perlu diapresiasi dan dilestarikan sebagai salah satu sarana mempromosikan tradisi lokal untuk menarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Bumi Saijaan khusus nya pantai teluk aru,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepela Desa Jalamani sekaligus Ketua Panitia Festival Katir Race Teluk Aru, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kotabaru yang sudah menyempatkan berhadir di acara tahunan ini, walaupun empat tahun yang lalu pesta ini tidak dilaksanakan.

“Kami, bersama masyarakat Desa Teluk Aru sangat berharap kepada pemerintah agar wisata yang berada diujung kepulauan ini bisa mendapatkan perhatian, khususnya infrastruktur jalan. Karena jalan menuju lokasi pantai sangat memprihatikan dan perlunya perbaikan,” jelas Jalamani.

Ia berharap di tahun yang akan datang, perayaan festival ini bisa meriah lagi, dan fasilitas di tempat pantai ini bisa lebih bagus lagi, seperti panggung hiburan, pendopo pengunjung serta stand UMKM yang layak diperbaharui.(rud)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Balangan Ajak Masyarakat Berbagi kepada Sesama

Advertorial

Mesjid Kapal Pesiar Syaidina Ja’far dan Panggung Apung Menjulang di Kotabaru Diresmikan

Advertorial

DPRD Balangan Ajak Masyarakat Promosikan Objek Wisata Melalui Medsos

Advertorial

Pemkab Tanah Bumbu Dukung Program Cetak Sawah Kementerian Pertanian

Advertorial

Pasca Idul Fitri 1445H, PLN Perkuat Kelistrikan Dengan TKDN Mencapai 100 Persen

Advertorial

DPRD Balangan Usulkan Sejarah Lokal Masuk Kurikulum Sekolah

Advertorial

Bupati Batola Pastikan Penanganan Banjir dan Aktivitas Warga Tetap Berjalan

Advertorial

Kepala Kemenag Kotabaru Sampaikan Apresiasi untuk Program Ceramah Agama di Radio Gema Saijaan