BATULICIN, wasaka.id – Menjelang pelaksanaan Pemantauan Adipura Tahap I Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2026 yang diperkirakan berlangsung pada 19-22 Oktober 2026, gerakan menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pengelolaan sampah terus diperkuat melalui sinergi pemerintah kecamatan, desa/kelurahan, dunia usaha, dan masyarakat.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ir Muhammad Risdianadi, S.Hut., M.M., menyampaikan bahwa persiapan menghadapi penilaian Adipura harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Menjelang Pemantauan Adipura Tahun 2026, kami mengajak seluruh kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha, serta masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Upaya ini tidak hanya dilakukan pada lokasi titik pantau, tetapi juga di lingkungan sekitar dan jalur yang berpotensi dilalui tim penilai,” ujar Risdianadi Minggu (18/10/2026).
Baca Juga : Bupati Andi Rudi Latif Siapkan Program Kredit Tanpa Bunga bagi Usaha Mikro
Ia menjelaskan, berdasarkan surat Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Sekretariat Daerah Nomor B/500.9.14.2/7384/DLH-PSLB3.1.Setda/X/2026 tanggal 15 Oktober 2026 tentang Pemberitahuan Titik Pantau dan Jadwal Penilaian Adipura, kesiapan penilaian perlu didukung oleh kondisi lingkungan yang bersih, tertata,dan pengelolaan sampah yang baik.
Pemantauan Adipura mencakup berbagai aspek dan lokasi,mulai dari permukiman, perkantoran, pasar, pertokoan, jalan, taman kota, saluran terbuka, sekolah, rumah sakit dan puskesmas, perairan terbuka, tempat pemrosesan akhir (TPA), terminal, pelabuhan, TPS 3R, hingga Bank Sampah.
Menurut Risdianadi, keterlibatan aktif seluruh pihak menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Karena itu, gerakan kebersihan perlu dilaksanakan secara konsisten, tidak hanya menjelang penilaian, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah kecamatan pun mulai mengambil langkah nyata dengan menggerakkan pemerintah desa dan masyarakat. Salah satunya Kecamatan Satui yang menginstruksikan seluruh desa di wilayahnya untuk melaksanakan aksi bersih lingkungan serta meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
Instruksi tersebut ditindaklanjuti oleh pemerintah desa. Desa Satui Barat melaksanakan aksi kebersihan yang dikoordinasikan langsung oleh kepala desa. Sementara itu, Desa Sinar Bulan turut mengajak unsur pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penumpukan sampah.
Risdianadi mengapresiasi langkah nyata di tingkat kecamatan dan desa tersebut serta berharap semangat yang sama dapat diikuti oleh seluruh wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan menjelang penilaian Adipura saja. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kecamatan, desa, lingkungan tempat tinggal, hingga setiap rumah tangga,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan semakin konsisten melakukan pemilahan sampah dari sumber dengan memisahkan sampah organik, anorganik yang memiliki nilai ekonomi, dan sampah residu. Sampah yang telah dipilah dapat dikelola melalui Bank Sampah, TPS 3R, Rumah Pilah, maupun fasilitas pengolahan sampah lainnya.
Melalui gerakan bersama dan penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap upaya peningkatan kebersihan dan pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus mendukung kesiapan daerah dalam Pemantauan Adipura Tahun 2026.
“Adipura bukan sekadar tentang penilaian, melainkan bagaimana kita bersama-sama membangun budaya hidup bersih dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab demi mewujudkan Tanah Bumbu yang bersih, tertib, dan ASRI,”tutup Risdianadi.(adv/zai)













