Home / Nasional / News

Rabu, 15 Maret 2023 - 10:19 WIB

Jokowi Amanatkan Pantau Netralitas PNS di Pemilu 2024

Presiden RI Joko Widodo. (Foto : Istimewa)

Presiden RI Joko Widodo. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, wasaka.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamanatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) agar turun langsung mengawasi netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam perhelatan Pemilu 2024.

“Kami diminta oleh Bapak Presiden untuk memastikan ASN tetap netral dan kami sudah melakukan MoU dengan Kemendagri, BKN, KASN, dan Bawaslu,” ujar Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3/2023).

Anas menuturkan, netralitas PNS selalu menjadi isu menarik ketika proses pergerakan Pemilu dan Pemilukada digelar. Sehingga kata dia, bisa menjamin terjaganya ketidakberpihakan ASN, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas Pegawai ASN dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan.

Bentuk netralitas PNS meliputi penyelenggaraan pelayanan publik, pelaksanaan manajemen ASN, pembuatan keputusan/kebijakan, dan menuju tahun politik tentunya netralitas akan lebih ditekankan pada pelaksanaan Pemilu/Pilkada.

“Netralitas ASN perlu dijaga karena sejatinya netralitas ASN pun diamanatkan di dalam undang-undang. Dalam UU Nomor 5/2014 ASN diamanatkan untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun, dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun,” tegas Anas.

Baca Juga : Jokowi Tidak Sebut Nama Cawapres Saat Hadir di Rakornas PAN

Menurut dia, ketidaknetralan PNS akan sangat merugikan negara, pemerintah, dan masyarakat karena adanya potensi intervensi politik dalam proses pencapaian target pembangunan.

“Kalau tidak netral, maka ASN tersebut menjadi tidak profesional dan target-target pemerintah di tingkat lokal maupun nasional tidak akan tercapai,” jelasnya.

Baca Juga : Jelang Pemilu 2024 Partai Golkar di Kalsel Kokoh Mengakar Seperti Pohon Beringin

Mantan Bupati Banyuwangi tersebut menerangkan, dalam peta pelanggaran netralitas menunjukkan pelanggaran netralitas banyak terjadi sebelum dan sesudah kampanye.

“Target kita ke depan (pelanggaran) ini tentunya akan kita minimalisir. Netralitas ini menjadi bagian penting yang sedang terus kita sampaikan ke ASN,” imbuhnya.

Pelanggaran netralitas oleh ASN pun kerap kali terjadi di media sosial. Sepanjang 2020-2021, pelanggaran tertinggi terjadi karena adanya keterlibatan ASN dalam kampanye atau sosialisasi di media sosial, yakni sejumlah 30,4 persen.

Baca Juga : Jelang Pemilu 2024 Partai Golkar di Kalsel Kokoh Mengakar Seperti Pohon Beringin

Ditegaskan Anas, pergerakan ASN di media sosial ini tentunya menjadi salah satu area yang diawasi dengan ketat oleh pemerintah untuk memonitor pelanggaran netralitas yang mungkin terjadi.

“Kampanye di media sosial juga kita pantau bersama, termasuk di media-media lainnya agar ASN ini bisa terhindar dari pelanggaran netralitas,” pungkasnya.(yud)

Sumber : Lipitan.com

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gelar Apel Siaga Nataru, PLN Siap Pasok Listrik Andal dan Petugas yang Siaga Layani Pelanggan

News

Jumlah Jemaah Haji Indonesia Wafat di tanah Suci Sudah Mencapai 29 Orang, Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

News

Didoakan Kiai Jatim Bisa Pimpin Indonesia, Anies-Cak Imin Siap Daftar Hari Pertama

Banjarmasin

Lawan Penyebaran Hoaks, KPU dan Bawaslu Kalsel Beri Pemahaman Politik ke Pemilih Pemula

News

Gunakan Pakaian Tema Pejuang, Ketua DPRD Kalsel Ikuti Kirap Kemerdekaan
Penghargaa KLA Tahun 2023 yang diraih Kabupaten Kitabaru selama kepemimlinan Sayed Jafar. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Dipimpin Bupati Sayed Jafar, Kotabaru Raih Penghargaan KLA Tahun 2023

Advertorial

Golkar Targetkan Menang Pileg dan Pilpres 2024

News

Gubernur Kalsel Ajak Generasi Milenial Cintai Permainan Tradisional