JAKARTA, wasaka.id — Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan kembali mendapat apresiasi. Dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026, PLN UIP3B Kalimantan meraih penghargaan Platinum dan Gold melalui dua program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pendidikan.
Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Awarding Indonesian CSR Awards (ICA) 2026 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 yang digelar pada Selasa, 29 September 2026 di Binakarna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
Penghargaan Platinum diraih melalui program Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) untuk Pengembangan Keterampilan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Balikpapan. Sementara penghargaan Gold diberikan untuk program Sertifikasi Program Pahlawan Tanda Jasa melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.
Program pemanfaatan FABA menjadi bagian dari upaya PLN dalam mengembangkan nilai guna material sisa pembakaran batu bara sekaligus membuka ruang peningkatan keterampilan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Balikpapan. Sementara itu, program PPG PAI mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme 275 guru PAI yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIP3B Kalimantan, Endah Trianingtiyas, mengatakan capaian tersebut menjadi apresiasi terhadap proses dan kolaborasi berbagai pihak dalam menjalankan program.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi seluruh pihak yang telah bersama sama menjalankan program hingga memberikan manfaat bagi penerima. Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana setiap program dapat menjawab kebutuhan di masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat terus dirasakan,” ujar Endah.
Baca Juga : Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP2B Kalselteng Perkuat Sistem Kendali di GI Cempaka 70
Menurut Endah, pendekatan tersebut diterapkan dengan menyesuaikan bentuk program dengan kebutuhan masing masing penerima manfaat. Pemanfaatan FABA diarahkan pada pengembangan keterampilan warga binaan, sementara Program Pahlawan Tanda Jasa melalui PPG PAI berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Melalui program FABA, kami ingin membuka ruang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Sementara melalui Program Pahlawan Tanda Jasa, PLN mendukung peningkatan kompetensi 275 guru PAI di Kalimantan Selatan. Pendekatan ini sejalan dengan Asta Cita ketiga dalam mendorong lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan dan pengembangan industri kreatif, serta Asta Cita keempat dalam penguatan sumber daya manusia dan pendidikan,” jelas Endah.
Baca Juga : Di Tengah Kabut Asap, PLN Perkuat Jaringan Singkawang di Momen Hari Kesaktian Pancasila
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen PLN dalam menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada manfaat yang dihasilkan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama insan PLN dan para mitra dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata. Bagi kami, sebuah program akan memiliki arti ketika masyarakat mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Ke depan, kami ingin terus memperkuat program yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan dibangun melalui kolaborasi, sehingga manfaatnya dapat tumbuh dan memberikan perubahan dalam jangka panjang,” tutur Riko.
Penghargaan Platinum dan Gold tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi PLN UIP3B Kalimantan untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung peningkatan kapasitas, serta berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.(adv/zai)













