Home / Berita Terkini / Bisnis / Nasional

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:13 WIB

Sejumlah Kapal Minyak RI Masih Terjebak di Selat Hormuz, Pertamina Buka Suara

JAKARTA, wasaka.id – PT Pertamina (Persero) menyatakan terdapat empat kapal minyak milik perusahaan yang berada di Timur Tengah. Dua diantaranya masih terjebak di Selat Hormuz yang jalurnya ditutup oleh Iran.

Atas hal itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyatakan, yang utamanya saat ini adalah pihaknya terus memantau dan memastikan keselamatan dari pada para awak dan keamanan aset perusahaan.

“Memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana, mungkin ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz,” terang Baron di Grha Pertamina, dikutip Rabu (4/3).

Baron memastikan, saat ini kondisi kapal minyak tersebut masih dalam kondisi aman. Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan para awak dan juga Kementerian Luar Negeri, untuk bisa mengamankan aset perusahaan.

Dalam catatan Kementerian ESDM, setiap harinya Selat Hormuz dilewati sebanyak 20,1 juta barel minyak per hari. Adapun untuk Indonesia sendiri melakukan kegiatan impor minyak dari lalu lintas Selat Hormuz sebanyak 19% dari kebutuhan impor secara nasional.

“Saat ini yang bisa kami sampaikan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah Itu ada sekitar 19% dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler alternatif maupun emergensi. Jadi untuk ketahanan energi nasional Pertamina telah menyampaikan sistem tersebut untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional,” jelas Baron.

Putuskan Impor Minyak ke AS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif atas ditutupnya Selat Hormuz. “Atas arahan bapak Presiden melihat perkembangan yang ada. Sekarang Selat Hormuz ditutup akibat perang Israel, Amerika, Iran ini dampaknya pada energi global,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).

Ia pun memerinci, dari total impor minyak mentah RI, sekitar 20-25% berasal dari kawasan Timur Tengah yang distribusinya melalui selat tersebut. Sedangkan sisanya dipasok dari sejumlah negara lain seperti Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi kekurangan pasokan, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Sehingga tidak terperangkap dinamika global yang saat ini masih berlangsung.

“Ini tidak bisa diramal kapan selesai. Ini gak bisa diramal. Bisa cepat bisa lambat. Kami ambil alternatif terjelek skenarionya sekarang ini crude dari timur tengah sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan,” kata Bahlil.(ran/sumber)

Sumber: CNBCIndonesia

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sambut Ramadhan, Srikandi dan YBM PLN Sosialisasikan Bahaya Listrik dan Bagikan Kebahagiaan Ke Masyarakat Desa Saigon

Banjarmasin

Ketua DPRD Kalsel Supian HK Temui Pengunjuk Rasa: Saya dari Rakyat untuk Rakyat

Advertorial

Gubernur Bersama Ketua PWI Pusat Pastikan Kesiapan Kalsel Tuan Rumah HPN 2025

Hukum & Kriminal

Fakta Baru Tes DNA Ridwan Kamil Hingga Lisa Ngamuk di Medsos

Advertorial

DP3AP2KB Tanbu Gelar Publikasi Hasil Pengukuran Balita

Advertorial

Satu Miliar Satu Kelurahan, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Makin Cepat

Advertorial

Pastikan Listrik Andal Jelang HUT Kemerdekaan RI, PLN Inspeksi Jalur Tulang Punggung Listrik IKN

Advertorial

Di Era Kepemimpinan Erik Thohir, PLN Sukses Menjaga Keandalan Pasokan Listrik saat MTQ Nasional di Samarinda